BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Realisasi Proyek Hilirisasi Bukti Pembangunan Tidak Stagnan

BITV Admin - Selasa, 05 Mei 2026 07:56 WIB
Realisasi Proyek Hilirisasi Bukti Pembangunan Tidak Stagnan
Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua komisi III DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (Unhan). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menghadirkan ragam masalah, termasuk kecenderungan harga energi yang tak menentu, serta fluktuasi nilai tukar mata uang. Komunitas global sedang menghadapi masa-masa sulit.

Karena itu, ketika Presiden Prabowo Subianto melakukan peresmian dimulainya realisasi 13 proyek hilirisasi nasional Fase II bernilai Rp 116 triliun pada (29/4/2026) di Cilacap, Jawa Tengah, peresmian itu bukan hanya merefleksikan adanya harapan, melainkan juga menjadi pertanda bahwa urat nadi pembangunan nasional masih dan terus berdetak.

Apalagi, realisasi semua proyek itu mencerminkan lompatan menuju modernisasi perekonomian negara.

Proyek-ptoyek itu akan memperkuat ekosistem industri nasional karena cakupannya ke berbagai sektor, seperti sektor energi, mineral, serta pertanian.

Semua itu merupakan kelanjutan dari fase I proyek hilirisasi yang telah diresmikan pada awal 2026, yakni enam proyek strategis di sektor energi, mineral, dan pangan bernilai Rp 118 triliun.

Fase I proyek hilirisasi fokus pada transformasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada impor. Sebagian proyek hilirisasi fase I diproyeksikan rampung pada periode 2027-2028.

Memang, agenda pembangunan nasional saat ini ditandai dengan upaya pemerintah mempercepat hilirisasi berbagai proyek strategis di sektor energi, mineral, dan pertanian.

Seperti diketahui, Pemerintah menargetkan total 30 proyek hilirisasi dengan nilai investasi Rp 239 triliun yang akan dikembangkan secara bertahap.

Melalui proses hilirisasi, bahan mentah akan diolah dan dimurnikan di dalam negeri menjadi produk bernilai tambah tinggi. Belasan proyek itu tersebar di berbagai daerah; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Maluku.

Realisasi Proyek hilirisasi fase I-II menjadi bukti bahwa pembangunan nasional tidak stagnan di tengah ketidakpastian yang terus tereskalasi dengan mengarah pada perubahaan tatanan global.

Tentu saja akan muncul pertanyaan tentang manfaat apa saja, dan kapan saatnya masyarakat dapat menikmati nilai tambah dari belasan proyek hilirisasi bernilai ratusan triliun itu?

Utamanya tentang daya serap atau kebutuhan jumlah pekerja dari belasan proyek itu, termasuk perihal kualifikasi pekerja.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Hadiri Pengukuhan Kepala LPS I, Tekankan Stabilitas Keuangan Sumut
Peringatan Hardiknas 2026 di Labusel, Bupati Fery: Pendidikan Kunci Kemajuan Bangsa
DPR Nilai Aksi Danantara di Aplikator Ojol Dongkrak Ekonomi Driver, Porsi Pendapatan Naik hingga 92 Persen
Rosan Roeslani Bungkam Soal Kabar Danantara Akuisisi Saham Gojek, Pilih Tak Beri Penjelasan ke Media
Prabowo Terbitkan Perpres RAN PE 2026–2029, Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Terorisme Nasional
Pembekalan TNI untuk Penerima LPDP Disorot, Purbaya: Jangan Sampai Hina Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru