BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Polemik MBG: Jebakan Laboratorium Kemiskinan, Membangun Fondasi Kebahagiaan

BITV Admin - Jumat, 19 Juni 2026 10:18 WIB
Polemik MBG: Jebakan Laboratorium Kemiskinan, Membangun Fondasi Kebahagiaan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Selama bertahun-tahun, berbagai penelitian menunjukkan hubungan erat antara kemiskinan, kekurangan gizi, rendahnya kualitas pendidikan, dan rendahnya produktivitas ekonomi.

MBG mencoba menjawab sebagian persoalan tersebut melalui pendekatan yang sederhana: memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang lebih baik selama masa pertumbuhan.

Dari sudut pandang Human Capital Theory yang dikembangkan Gary Becker, langkah tersebut memiliki rasionalitas ekonomi yang kuat. T

eori modal manusia menjelaskan bahwa kesehatan dan pendidikan bukan sekadar kebutuhan sosial, melainkan investasi ekonomi yang menentukan produktivitas masa depan.

Anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar dengan baik, memiliki kemampuan kognitif lebih tinggi, serta menjadi tenaga kerja yang lebih produktif di masa depan.

Pandangan serupa juga ditemukan dalam pemikiran Amartya Sen melalui Capability Approach.

Menurut Sen, pembangunan tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau peningkatan pendapatan, melainkan dari kemampuan nyata manusia untuk menjalani kehidupan yang mereka nilai berharga.

Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan atau status gizi, melainkan persoalan keterbatasan kemampuan hidup.

Karena itu, program seperti MBG dapat dipahami sebagai instrumen perluasan kapabilitas manusia.

Namun, paradoks terbesar sesungguhnya muncul ketika Indonesia mulai membicarakan kesejahteraan tingkat lanjut.

Di negara-negara maju, diskursus akademik dan kebijakan publik telah bergeser jauh dari sekadar kemiskinan dan kelaparan.

Mereka kini berbicara tentang wellbeing, life satisfaction, kesehatan mental, kesepian sosial, keseimbangan hidup, hingga kualitas hubungan antarwarga.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kuliah Tinggi Tapi Sulit Kerja? Ini Penyebab Banyak Lulusan Jadi Pengangguran Terdidik
Mentan Amran Usulkan Menu MBG Sajikan Telur dan Ayam Tiga Kali Seminggu
Kejagung Jerat Tersangka Keenam Kasus Korupsi MBG, Fakta Baru Terungkap!
Punya Usaha dan Butuh Modal? Cek KUR BNI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Terendah Mulai Rp1,9 Juta
Rico Waas Ajak Pemuda dan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan untuk Kemajuan Kota Medan
Pemko Medan Optimistis Jadi Pusat MICE Nasional, Andalkan Perdagangan dan Keberagaman Budaya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru