BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Polemik MBG: Jebakan Laboratorium Kemiskinan, Membangun Fondasi Kebahagiaan

BITV Admin - Jumat, 19 Juni 2026 10:18 WIB
Polemik MBG: Jebakan Laboratorium Kemiskinan, Membangun Fondasi Kebahagiaan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Namun, ada pertanyaan yang layak diajukan: mengapa setelah puluhan tahun menjadi objek kajian akademis dan kebijakan publik, kemiskinan masih menjadi tema dominan dalam percakapan pembangunan nasional?

Pertanyaan ini menjadi relevan ketika muncul paradoks baru dalam perdebatan kebijakan publik.

Di satu sisi, banyak kalangan menginginkan percepatan penurunan kemiskinan, sementara di sisi lain, ketika pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai intervensi langsung terhadap masalah gizi dan kualitas sumber daya manusia, justru ada pihak yang menuntut program tersebut dihentikan.

Paradoks serupa muncul pada sektor pangan. Banyak pihak menginginkan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat.

Parahnya, saat pemerintah berupaya memperkuat ketahanan pangan, ada pihak yang menolak karena menonton film "Pesta Babi" yang penuh framing dari satu sudut pandang, tanpa mau diajak melihat fakta lapangan seperti demo mahasiswa di Yogyakarta baru-baru ini.

Masyarakat kita seolah terjebak dalam situasi yang kontradiktif: ingin menyelesaikan masalah, tetapi sering kali memperdebatkan instrumen penyelesaiannya lebih keras daripada substansi persoalannya sendiri.

Padahal, jika mengambil narasi teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow, manusia tidak dapat melompat menuju kebutuhan yang lebih tinggi sebelum kebutuhan dasar terpenuhi.

Makanan, kesehatan, dan rasa aman merupakan fondasi sebelum seseorang dapat mengejar aktualisasi diri, kebahagiaan, dan kebermaknaan hidup (eudaimonia).

Jika teori tersebut ditarik ke level pembangunan nasional, maka kemiskinan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih bergulat pada kebutuhan dasar.

Sementara saat pemerintah berusaha menyelesaikan kebutuhan dasar melalui MBG, justru mahasiswa kampus paling vokal menolaknya tanpa mau melihat fakta dan data di ruang akademis itu sendiri.

Pemerintah yang berupaya mengimplementasikan hasil-hasil kajian akademis dari data pada level fondasi pembangunan, bertujuan menjamin akses pangan merupakan investasi pada fondasi pembangunan manusia.

Dalam konteks tersebut, Program Makan Bergizi Gratis sebenarnya menarik karena mencoba memotong mata rantai persoalan secara langsung.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kuliah Tinggi Tapi Sulit Kerja? Ini Penyebab Banyak Lulusan Jadi Pengangguran Terdidik
Mentan Amran Usulkan Menu MBG Sajikan Telur dan Ayam Tiga Kali Seminggu
Kejagung Jerat Tersangka Keenam Kasus Korupsi MBG, Fakta Baru Terungkap!
Punya Usaha dan Butuh Modal? Cek KUR BNI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Terendah Mulai Rp1,9 Juta
Rico Waas Ajak Pemuda dan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan untuk Kemajuan Kota Medan
Pemko Medan Optimistis Jadi Pusat MICE Nasional, Andalkan Perdagangan dan Keberagaman Budaya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru