Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Secara keseluruhan, kedua bendungan tersebut mampu melayani 26.889 hektare lahan irigasi.
Bendungan Keureuto memiliki kapasitas tampung sekitar 215 juta meter kubik air.
Infrastruktur itu mampu mengairi 14.695 hektare sawah, menyediakan air baku 650 liter per detik, mengendalikan banjir seluas 627 hektare, serta memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 6,34 MW dan potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung hingga 179 MW.
Sementara Bendungan Rukoh memiliki kapasitas tampung 128 juta meter kubik air.
Bendungan ini melayani irigasi seluas 12.194 hektare di Daerah Irigasi Baro Raya, menyediakan air baku 900 liter per detik untuk 20 kecamatan, mengendalikan banjir di lahan seluas 51 hektare, serta memiliki potensi pengembangan PLTMH 1,22 MW dan PLTS sebesar 137 MW.
Menurut Nasir, optimalisasi dua bendungan tersebut diharapkan mampu mendukung program swasembada pangan nasional melalui peningkatan indeks pertanaman, memperkuat ketahanan air bagi masyarakat dan kawasan industri, mengembangkan energi hijau, sekaligus mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah Aceh.
Pemerintah Aceh berharap keberadaan dua bendungan strategis tersebut menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.