Polisi Bongkar 12 Lokasi Kasus Korupsi Batu Bara-Asabri, Emas hingga Uang Asing Disita
JAKARTA Tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi yang diduga ber
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Isu seputar pembangunan Kota Medan selama kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution memicu polemik di kalangan politikus. Mantan Wali Kota Medan Akhyar Nasution baru-baru ini menilai bahwa pembangunan di era Bobby Nasution lebih banyak mudarat daripada manfaat. Pernyataan ini menuai tanggapan keras dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Gerindra Sumatera Utara, Sugiat Santoso, yang menepis tudingan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, 14 Agustus 2024, Sugiat Santoso mengungkapkan kebingungannya terhadap kritik yang dilontarkan Akhyar. “Kami sebenarnya bingung dengan pernyataan beliau, mudarat seperti apa yang beliau maksud,” kata Sugiat. Menurut Sugiat, banyak program yang diluncurkan selama masa kepemimpinan Bobby Nasution dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Medan.
Sugiat mencatat sejumlah program yang dianggap berdampak positif, seperti penggunaan e-KTP untuk berobat, pemberian beasiswa pendidikan, serta pembangunan fasilitas seperti Mal Pelayanan Publik dan kolam retensi. “Banyak program Bobby Afif Nasution yang bermanfaat selama menjadi Wali Kota Medan, mulai dari berobat menggunakan KTP, beasiswa di bidang pendidikan, kolam retensi, mal pelayanan publik, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.
Namun, Sugiat menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di kota ini, seperti Lapangan Merdeka, stadion, underpass, dan drainase untuk mengatasi banjir, masih dalam proses. Menurutnya, pernyataan Akhyar yang menyimpulkan bahwa pembangunan di Medan lebih banyak mudarat tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Kalau soal pembangunan infrastruktur, saat ini masih berjalan semua. Kenapa disimpulkan mudarat?” tegasnya.
Sugiat juga mempertanyakan dasar dari pernyataan Akhyar dan menilai bahwa kritik tersebut tidak memiliki landasan yang jelas. “Kami rasa pernyataan itu tidak memiliki dasar yang jelas. Malah yang menjadi pertanyaan adalah apa yang sudah dilakukan Akhyar selama menjabat sebagai Plt maupun Wali Kota Medan,” ujarnya.
Sebelumnya, Akhyar Nasution, yang merupakan politisi PDIP, mengkritik keras pembangunan selama masa kepemimpinan Bobby Nasution. Menurut Akhyar, selama empat tahun Bobby memimpin, banyak program pembangunan yang justru tidak memberikan manfaat, bahkan lebih banyak mudaratnya. Akhyar menilai bahwa jika Bobby Nasution melanjutkan karir politiknya sebagai Gubernur Sumatera Utara, kemudaratan tersebut akan meluas ke seluruh provinsi.
“Mengapa saya mendukung Pak Edy untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara? Berdasarkan pengalaman empat tahun di Kota Medan, pembangunannya lebih banyak menimbulkan mudarat daripada manfaat,” kata Akhyar saat ditemui di kediamannya pada 13 Agustus 2024.
Akhyar merasa bahwa sebagai warga negara, ia memiliki kewajiban untuk mencegah hal-hal yang dianggap merugikan masyarakat. “Adalah hak saya sebagai warga negara untuk mencegah supaya kemudaratan itu tidak terdistribusi ke Sumatera Utara,” tambahnya.
Polemik ini mencerminkan ketegangan politik yang kian memanas menjelang Pilkada dan pemilihan gubernur di Sumatera Utara. Seiring dengan kritik dan tanggapan yang terus berdatangan, masyarakat Medan dan Sumatera Utara akan menantikan klarifikasi lebih lanjut serta tindakan nyata dari para calon pemimpin terkait isu-isu pembangunan dan kemajuan daerah.
(K/09)
JAKARTA Tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi yang diduga ber
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dijadwalkan bertolak ke Iran pad
INTERNASIONAL
JAKARTA Markas Besar (Mabes) TNI memberikan penjelasan terkait pengamanan ketat di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampi
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Berdasarkan data
EKONOMI
JAKARTA PUSAT Sebanyak 1.069 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung di beb
PERISTIWA
BENER MERIAH Polres Bener Meriah kembali menggelar kegiatan Subuh Keliling (Suling) sebagai upaya memperkuat sinergi dengan masyarakat da
NASIONAL
JAKARTA Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, mendukung langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Ko
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Bara
HUKUM DAN KRIMINAL
MASHHAD Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dijadwalkan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, Kamis (9/7/2026) waktu setem
INTERNASIONAL
BENER MERIAH Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan jembatan shortcut di kawasan EnangEnang, Kabupaten Bener Meriah, Ace
NASIONAL