Kejagung Sita 104,4 Ton Timah Milik Terpidana Aon, Negara Bersiap Lelang Aset
JAKARTA Kejaksaan Agung menyita lebih dari 104 ton komoditas timah milik terpidana Tamron alias Aon dalam perkara korupsi dan tindak pid
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa makna kesarjanaan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya terletak pada kebanggaan memiliki ijazah, melainkan keberanian menghadapi tantangan zaman.
Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato ilmiah pada wisuda 1.950 lulusan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Medan, Selasa (8/7/2025).
Dalam pidatonya, Abdul Mu'ti menyampaikan selamat kepada para lulusan dari jenjang doktor, magister, dokter, dan sarjana.
Ia sekaligus mengajak mereka untuk tidak melihat gelar akademik sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai awal kontribusi nyata bagi bangsa dan umat manusia.
"Pendidikan adalah kekuatan mobilitas sosial dan simbol kejayaan masa depan. Namun, jangan bangga hanya dengan gelar, tanpa kontribusi yang berarti," ujarnya.
Abdul Mu'ti mengingatkan para wisudawan agar menjauhi pola pikir fatalistik dan fixed mindset, sebuah konsep yang diyakini oleh sebagian orang bahwa kecerdasan bersifat tetap dan tidak dapat berkembang.
"Fixed mindset ini dikembangkan oleh Carol S. Dweck, psikolog dari Stanford University. Ini menjadi refleksi penting agar kita tidak mudah menyerah atau takut berubah," tegasnya.
Ia mendorong lulusan untuk mengadopsi growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kecerdasan dan keterampilan bisa ditingkatkan melalui usaha dan proses pembelajaran terus-menerus.
Dalam pidatonya, Mendikdasmen juga menyinggung fenomena sosial di kalangan generasi muda, seperti sikap "kabur aja dulu" yang dinilainya sebagai bentuk penghindaran dari tanggung jawab.
"Sarjana sejati adalah mereka yang mampu menjadi pemecah masalah (problem solver), bukan hanya penghapal teori atau pemburu gelar," tegasnya.
Ia mengutip penyair dan filsuf Islam Muhammad Iqbal untuk menginspirasi para lulusan, yaitu tokoh besar tidak meratapi nasib, tetapi bangkit untuk menciptakan perubahan.
JAKARTA Kejaksaan Agung menyita lebih dari 104 ton komoditas timah milik terpidana Tamron alias Aon dalam perkara korupsi dan tindak pid
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Krisis iklim dan kerusakan lingkungan dinilai tidak lagi dapat diatasi hanya melalui pendekatan ilmiah. Dibutuhkan sinergi antar
NASIONAL
BENER MERIAH Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh memperkuat koordinasi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
NASIONAL
MEDAN Persidangan dugaan korupsi proyek pengadaan papan tulis pintar (smartboard) Kota Tebing Tinggi mengungkap adanya dugaan aliran dan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Peradi Bersatu menegaskan putusan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Pre
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Langkah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat struktur Jembat
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas mendorong setiap majelis taklim di Kota Medan memiliki program kerja yang nyata, berkelanjutan, dan lang
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan penataan kawasan Belawan tidak bisa lagi dilakukan secara bertahap atau parsia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membantah informasi yang menyebut istri dan anak Menteri PU Dody Hanggodo, yakni Irma Hermawati
NASIONAL
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap dampak ekonomi akibat pemadaman listrik atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada
EKONOMI