Dukung Ekonomi Daerah, MBG Diwajibkan Gunakan Telur Produksi Lokal
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur prog
EKONOMI
SUMUT - Danau Toba, salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia, terus menawarkan pesona baru bagi wisatawan. Terbaru, di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, terdapat pertunjukan air menari yang menyedot perhatian pengunjung. Pertunjukan yang digelar di kawasan Waterfront City Pangururan ini mulai menarik banyak wisatawan sejak pertama kali dibangun oleh Kementerian PUPR tahun lalu.
Waterfront City Pangururan, yang terletak di Jalan Putri Lopian, berada tepat di pinggir Danau Toba dan memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer. Kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk tempat duduk dan area bermain anak, menjadikannya tempat yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati pemandangan Danau Toba dan perbukitan di sekitarnya. Tersedia juga lahan parkir yang cukup luas dengan tarif terjangkau untuk pengunjung yang datang membawa kendaraan.
Pertunjukan air menari yang digelar pada malam hari ini terdiri dari dua sesi, yakni pada pukul 19.00 WIB dan 21.00 WIB. Setiap sesi berlangsung selama 30 menit, dan pengunjung akan dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Tiket bisa dibeli langsung di pintu masuk sebelum sesi dimulai.
Pertunjukan dimulai dengan air mancur yang menari-nari dengan warna-warni memukau, seolah-olah mengikuti irama musik yang diputar. Di bagian tengah pertunjukan, pengunjung diberikan penjelasan mengenai pembentukan Danau Toba serta berbagai kisah dan legenda yang mengitarinya. Setelah sesi penjelasan, air menari kembali melanjutkan pertunjukannya dengan iringan musik yang memukau.
Hilda, salah seorang pengunjung asal Medan, mengungkapkan bahwa pertunjukan air menari sangat menghibur dan memikat. "Cukup menghibur, apalagi saat air warna-warni itu memikat mata kita, jadi enak dilihat," ujarnya.
Namun, Hilda memberikan masukan agar pengelola membatasi jumlah pengunjung agar tidak ada yang kecewa karena tidak mendapatkan tempat terbaik meskipun sudah membeli tiket. "Pengunjung harus dibatasi, jangan semua dikasih masuk, banyak yang kecewa karena tidak dapat tempat," kata Hilda.
Pengunjung lainnya, Sovian, juga menyarankan hal yang serupa. "Memang ramai kali ya sampai desak-desakan untuk dapat melihat air menari itu. Seharusnya pembatasan pengunjung perlu dilakukan," katanya.
Selain itu, Sovian juga menyoroti suara penjelasan tentang pembentukan Danau Toba yang menurutnya kurang jelas terdengar. "Suara tentang pembentukan Danau Toba juga kurang jelas, bisa jadi sarana edukasi, harus diperbaiki," ujarnya.
Dengan keindahan alam dan berbagai atraksi menarik lainnya, Danau Toba semakin menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi, namun dengan sedikit pembenahan, diharapkan pertunjukan air menari ini bisa semakin memuaskan wisatawan.
(dc/n14)
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur prog
EKONOMI
BULELENG Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut kondisi geopolitik global saat ini semakin menekan kehidupan masyarakat dunia, termasuk Indo
EKONOMI
JAKARTA Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto merespons pemutaran film dokumenter Pesta Babi K
NASIONAL
JAKARTA Narapidana tetap memiliki hak untuk menempuh pendidikan tinggi, termasuk program magister (S2), selama menjalani masa pidana di
NASIONAL
JAKARTA Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo melakukan kunjungan keliling ke berba
POLITIK
KUPANG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya penguatan ekonomi berbasis rakyat dalam pembangunan nasion
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan pencabutan uji materi terhadap UndangUndang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 20
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Batu Bara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik melalui
PEMERINTAHAN
LAMPUNG Kasus kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menewaska
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah pengamat politik menilai sanksi teguran keras dari Partai Gerindra terhadap Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi be
POLITIK