BREAKING NEWS
Minggu, 24 Mei 2026

PBNU: Iduladha Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Krisis Global

Adelia Syafitri - Minggu, 24 Mei 2026 11:17 WIB
PBNU: Iduladha Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Krisis Global
Shalat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari raya Idul Adha. (Foto: Dok. kabsampang.baznas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai peringatan Iduladha 1447 Hijriah menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali nilai kemanusiaan di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik dan krisis ekonomi dunia.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Macshoem Faqih mengatakan, situasi dunia saat ini tengah diwarnai ketegangan geopolitik, termasuk konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak pada kehidupan masyarakat global.

"Di saat gema takbir berkumandang, dunia justru sedang dipenuhi kabar tentang perang, ketegangan politik, dan krisis kemanusiaan yang belum juga reda," ujar Macshoem, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga:

Ia menilai dampak dari situasi tersebut turut dirasakan masyarakat luas, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga menurunnya rasa aman sosial.

Menurutnya, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat nilai kesabaran, ketaatan, dan pengorbanan di tengah kehidupan yang semakin kompleks.

Macshoem menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan nilai universal tentang keteguhan iman dan kemampuan menjaga kemanusiaan di tengah ujian berat.

"Kesabaran yang diajarkan Idul Adha bukan menyerah tanpa usaha, tetapi kemampuan menjaga arah hidup ketika keadaan terasa berat," katanya.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang membuat banyak orang mudah terjebak emosi, termasuk di ruang digital seperti media sosial.

Selain itu, ia menekankan pentingnya nilai ketaatan dan kejujuran di tengah budaya instan yang sering mendorong orang mengutamakan kepentingan pribadi.

"Iman tidak cukup berhenti pada simbol dan ucapan, tetapi harus tercermin dalam sikap hidup yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab," ujarnya.

Macshoem juga menekankan nilai pengorbanan dalam Iduladha yang menurutnya bukan hanya soal penyembelihan hewan kurban, tetapi juga kesediaan mengorbankan ego demi kepentingan bersama.

Ia menutup dengan pesan bahwa dunia saat ini membutuhkan lebih banyak manusia yang tetap tenang dalam ujian, jujur dalam godaan, dan peduli terhadap sesama.*

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dari Gus Dur sampai Gus Yahya, Ini “Peta Jalan” Ketum PBNU Masa Depan
KPK Panggil Lagi Staf PBNU Syaiful Bahri, Dalami Kasus Korupsi Kuota Haji
Viral Sumpah Injak Al-Qur’an di Lebak, PBNU Ajak Umat Jaga Adab dan Kehormatan Kitab Suci
LF PBNU Prediksi Idulfitri Jatuh pada 21 Maret 2026, Hilal Masih di Bawah Kriteria Rukyah
Ibarat “Menggali Lubang dengan Sendok”, Gus Yahya Minta Presiden Prabowo Gunakan BoP untuk Perdamaian AS-Iran
Momen Presiden Prabowo Buka Puasa Bersama Rais Aam PBNU, Ketum Muhammadiyah, dan Ketum MUI di Istana Merdeka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru