BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Rupiah Kembali Terpuruk! Tembus Rp17.170 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Adam - Senin, 20 April 2026 08:46 WIB
Rupiah Kembali Terpuruk! Tembus Rp17.170 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali bergerak defensif pada awal perdagangan Senin, 20 April 2026.

Di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah dibuka stagnan di level Rp17.170 per dolar Amerika Serikat (AS) dan cenderung melemah ke kisaran Rp17.162 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah menguatnya indeks dolar AS yang naik 0,21 persen ke level 98,3.

Baca Juga:

Penguatan dolar dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Angkatan Laut AS dilaporkan menyita kapal Iran, yang kemudian direspons dengan eskalasi di kawasan Selat Hormuz.

Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah Brent melonjak 7,09 persen ke level US$96,79 per barel, dari sebelumnya US$90,38 pada penutupan akhir pekan lalu.

Kenaikan harga energi ini turut memperburuk sentimen pasar global dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk di Asia.

Sejumlah mata uang regional tercatat melemah terhadap dolar AS, di antaranya won Korea Selatan yang turun 1,11 persen, yen Jepang 0,34 persen, dolar Singapura 0,29 persen, dan ringgit Malaysia 0,16 persen.

Tekanan global ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko stagflasi, yakni kondisi ketika inflasi tinggi disertai pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya juga mengingatkan bahwa ekonomi global berada dalam risiko menuju perlambatan yang lebih dalam.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menegaskan bahwa dampak konflik geopolitik tidak akan cepat pulih meskipun ketegangan mereda, karena telah terlanjur memengaruhi sistem ekonomi global.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah juga berpotensi menambah tekanan inflasi impor, terutama dari kenaikan harga energi.

Pemerintah sebelumnya telah menaikkan harga sejumlah bahan bakar non-subsidi, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Kenaikan tersebut dikhawatirkan dapat menekan daya beli masyarakat kelas menengah, di tengah harga BBM subsidi yang tetap tidak berubah.

Analis memproyeksikan rupiah pada perdagangan spot hari ini bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah.

Rentang pergerakan diperkirakan berada di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.250 per dolar AS, dengan bias pelemahan masih dominan selama ketidakpastian global berlanjut.


Secara teknikal, rupiah berpotensi menguji level Rp17.200 hingga Rp17.250 per dolar AS, dengan risiko pelemahan lanjutan jika tekanan eksternal terus meningkat

Sementara peluang penguatan diperkirakan terbatas pada kisaran Rp17.100 hingga Rp17.000 per dolar AS.*


(bb/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026, Mentan: Sawit Energi Masa Depan
Kemnaker Dorong Disabilitas Jadi Wirausaha, Bukan Sekadar Pencari Kerja
Megawati: Lemhannas Bukan Hanya Sekadar Lembaga Sertifikasi Pemimpin
DPR Minta Kenaikan BBM Tak Picu Lonjakan Harga Pangan
Emas Antam Tak Bergerak Hari Ini, Harga Buyback Justru Menguat!
Ribuan Warga Antusias Ikuti Smartfren Fun Run 2026 di Lapangan Merdeka, Dispora Medan Dorong Gaya Hidup Sehat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru