BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Purbaya Pastikan TKD Bencana Sumatera Terus Cair, Diawasi Ketat Tiap Bulan

Adelia Syafitri - Selasa, 05 Mei 2026 17:24 WIB
Purbaya Pastikan TKD Bencana Sumatera Terus Cair, Diawasi Ketat Tiap Bulan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KITA. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan realisasi dan tambahan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera terus berjalan sesuai rencana dan berada dalam pengawasan pemerintah pusat.

Purbaya menyebut penyaluran TKD dilakukan dalam beberapa tahap, dengan skema tanpa syarat salur untuk mempercepat distribusi anggaran ke daerah terdampak.

"Tahap I sebesar 40 persen disalurkan Februari sebesar Rp4,39 triliun, Tahap II sebesar 30 persen pada Maret Rp3,10 triliun, dan Tahap III 30 persen disalurkan April 2026 tanpa syarat salur," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, total realisasi TKD untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera telah mencapai Rp33,93 triliun. Sementara tambahan alokasi TKD 2026 untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp10,65 triliun.

Secara keseluruhan, penyaluran TKD hingga 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp204,8 triliun atau 29,5 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan percepatan belanja negara, khususnya untuk daerah.

Purbaya juga menegaskan bahwa penyaluran dana tersebut dilakukan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk pengawasan ketat terhadap kondisi daerah.

"Ada instruksi dari Bapak Presiden untuk melihat kondisi daerah seperti apa. Jadi jangan sampai saya kecolongan," tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan melakukan monitoring secara bulanan terhadap kebutuhan daerah, termasuk wilayah terdampak bencana di Sumatera. Jika ditemukan kekurangan, pemerintah pusat akan segera melakukan intervensi.

"Kita monitor on monthly basis, kalau ada yang kurang kita akan turun tangan sesuai petunjuk Presiden," ujarnya.*

(an/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
JKA Diperkuat, Gubernur Aceh Tekankan Layanan Kesehatan Harus Tepat Sasaran
Bahlil Sebut CNG Gantikan LPG, Harganya 30% Lebih Murah dan Hemat Devisa Rp 137 T
1.000 Pengungsi Tercatat di Medan, Rico Waas Soroti Dampak Sosial hingga Pernikahan WNA-WNI
KPK Periksa Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Sumut
Defisit APBN 2026 Capai Rp240,1 Triliun per Maret, Masih di Bawah Target Meski Belanja Melonjak
KPK Gelar Bimtek Anti Korupsi di Asahan, Dorong Penguatan Integritas dan Transparansi Pemerintahan Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru