BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah Tembus Rp 17.500, Menkeu Purbaya Siapkan Intervensi Pasar Obligasi Mulai Besok

Nurul - Selasa, 12 Mei 2026 14:02 WIB
Rupiah Tembus Rp 17.500, Menkeu Purbaya Siapkan Intervensi Pasar Obligasi Mulai Besok
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferesni Pers di Kompleks Kementerian Keuangan, Senin (11/4/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp 17.500 per dolar. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mulai turun tangan membantu stabilisasi bersama Bank Indonesia (BI) mulai besok.

Purbaya mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui intervensi di pasar surat berharga negara atau bond market guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kita bisa akan mulai membantu besok mungkin," kata Purbaya di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan skema yang digunakan adalah Bond Stabilization Fund (BSF), yakni mekanisme intervensi di pasar obligasi untuk menjaga keseimbangan imbal hasil (yield) agar tidak melonjak terlalu tinggi.

"Dengan masuk ke bond market itu, kita aktifkan instrumen yang kita punya. Besok mulai jalan," ujarnya.

Menurut Purbaya, stabilitas yield penting untuk mencegah arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia. Jika yield naik terlalu tinggi, investor asing berpotensi melakukan aksi jual yang dapat menekan rupiah lebih lanjut.

"Kalau yield naik terlalu tinggi, asing bisa keluar. Kita kendalikan supaya tidak terjadi capital outflow," katanya.

Purbaya juga menyebut pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mendukung intervensi tersebut. Ia mengklaim kas negara dalam kondisi relatif longgar sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas pasar.

"Kita masih banyak uang nganggur, jadi bisa bantu BI supaya stabil," ucapnya.

Meski begitu, ia menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih dalam keadaan aman, meski asumsi kurs awal dalam APBN berada di level Rp 16.500 per dolar AS.

"APBN masih relatif aman karena kita sudah antisipasi di atas asumsi awal," jelasnya.

Pemerintah berharap langkah ini dapat menahan tekanan terhadap rupiah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.*

(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya Tegaskan Tak Akan Tambah Defisit APBN untuk Biayai Kopdes, Ini Skema Pendanaannya
Said Abdullah Yakin APBN 2026 Tetap Aman Meski Isu Defisit dan Saldo Menipis Muncul
Tanpa Tambah Utang Baru, Indonesia Butuh 20 Tahun untuk Melunasi Utang: Warisan Pahit bagi Anak Cucu Kita
Purbaya Optimistis Ekonomi RI Tembus Mendekati 6 Persen di 2026, APBN Jadi Penopang Hadapi Gejolak Global
Pengamat Soroti Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Dinilai Tak Sepenuhnya Mencerminkan Kondisi Riil Masyarakat
Pemprov Sumut Bantah Buka 9.759 Formasi CPNS 2026, Sebut Masih Tahap Verifikasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru