BREAKING NEWS
Rabu, 08 Juli 2026

Warga Bongkar Nama Bandar Sabu di Percut, Ke Mana Aparat?

BITVonline.com - Sabtu, 07 Desember 2024 05:24 WIB
Warga Bongkar Nama Bandar Sabu di Percut, Ke Mana Aparat?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUMUT -Warga Desa Percut dan Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, membeberkan dugaan adanya pembiaran aparat terhadap maraknya peredaran sabu di wilayah mereka. Meski praktik jual beli narkoba di desa ini berlangsung terang-terangan, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak kepolisian maupun BNN.

Kekecewaan warga memuncak saat mereka menuding aparat tidak serius memberantas peredaran narkoba. Beberapa bahkan menduga ada keterlibatan oknum polisi dalam bisnis haram tersebut. “Kami tahu polisi bisa mengejar teroris hingga ke pelosok. Masa bandar sabu di desa kami tidak bisa ditangkap? Ini sangat tidak masuk akal!” tegas seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menyebut beberapa nama bandar besar berinisial A, J, dan Y yang selama ini bebas menjalankan aktivitasnya. “Kami sudah muak! Banyak warga ingin bicara, tapi takut dengan intimidasi, baik dari para mafia narkoba maupun oknum aparat,” lanjutnya.

Kritik keras juga disampaikan terhadap Polsek Percut Sei Tuan dan Polrestabes Medan, yang dinilai tutup mata terhadap situasi ini. “Polisi pura-pura tidak tahu, atau memang sengaja membiarkan? Bagaimana mungkin divisi intelijen tidak mengetahui pergerakan para bandar di desa kami?” cetus seorang ibu rumah tangga.

Warga berharap Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara turun langsung menangani persoalan ini. Mereka khawatir dampak buruk narkoba akan merusak masa depan anak-anak desa. “Kalau situasi ini dibiarkan, bagaimana nasib generasi kami nanti? Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji!” seru warga penuh harap.

Desakan dari warga ini mencerminkan kegelisahan yang mendalam atas lemahnya penegakan hukum. Aparat keamanan diharapkan segera bertindak tegas, mengingat narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan masa depan masyarakat.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru