Kemenag Pastikan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
JAKARTA Tim Rukyat Hilal Kementerian Agama (Kemenag) mengonfirmasi bahwa 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan jat
NASIONAL
BANGKOK — Mahkamah Konstitusi Thailand secara resmi memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya pada Jumat (29/8), setelah dinyatakan melanggar etika karena terlibat dalam komunikasi diplomatik yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan nasional.
Putusan yang diambil melalui pemungutan suara 6-3 ini mengakhiri masa jabatan Paetongtarn yang baru berjalan satu tahun, dan menambah daftar panjang pemimpin dari dinasti politik Shinawatra yang digulingkan lewat intervensi hukum atau militer.
"Karena hubungan pribadi yang tampak selaras dengan Kamboja, tergugat secara konsisten bersedia mematuhi atau bertindak sesuai dengan kehendak pihak Kamboja," tulis pernyataan resmi Mahkamah, dikutip dari Reuters.
Komunikasi dengan Hun Sen Jadi Pemicu
Pemecatan ini dipicu oleh bocornya percakapan telepon Paetongtarn dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, pada Juni lalu. Kontak tersebut terjadi ketika hubungan kedua negara tengah memanas dan nyaris berujung pada konflik bersenjata. Ketegangan yang kemudian berkembang menjadi bentrokan lima hari itu menjadi dasar Mahkamah menyebut bahwa Paetongtarn "mengutamakan kepentingan pribadi" di atas kepentingan nasional.
Mahkamah menilai tindakan tersebut telah merusak kepercayaan publik, menodai reputasi negara, dan tidak mencerminkan sikap negarawan.
Permintaan Maaf Tak Hentikan Proses Hukum
Paetongtarn, 39 tahun, yang sebelumnya menyampaikan permintaan maaf dan menyebut tindakannya sebagai upaya mencegah perang, harus menerima keputusan hukum yang menjegal awal karier politiknya.
Sebagai perdana menteri termuda Thailand sekaligus putri dari tokoh berpengaruh Thaksin Shinawatra, lengsernya Paetongtarn menandai pukulan politik terbaru bagi keluarga Shinawatra, yang selama dua dekade terakhir kerap berseteru dengan kelompok konservatif dan militer.
Pemerintahan Sementara dan Tantangan Politik Baru
Dengan berakhirnya kepemimpinan Paetongtarn, posisi Perdana Menteri sementara diisi oleh Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai, hingga parlemen menunjuk pemimpin baru.
Kondisi ini menimbulkan dinamika baru dalam koalisi yang dipimpin Partai Pheu Thai, terutama karena partai ini kini kehilangan posisi tawarnya dalam proses negosiasi politik.
Satu-satunya kandidat dari Pheu Thai yang memenuhi syarat adalah Chaikasem Nitisiri, mantan jaksa agung berusia 77 tahun. Namun, rendahnya eksposur publik dan pengalaman di kabinet menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
Sementara itu, sejumlah nama lain seperti Anutin Charnvirakul dan mantan PM Prayuth Chan-ocha disebut dalam spekulasi politik, meskipun sebagian sudah menyatakan mundur dari panggung nasional.
Ketidakpastian Politik Bayangi Ekonomi Thailand
Pengamat politik dari Universitas Chulalongkorn, Stithorn Thananithichot, menyebut proses pengangkatan PM baru kemungkinan tidak akan berjalan mulus.
"Tidak mudah bagi semua partai untuk menyelaraskan kepentingan mereka. Pheu Thai kini berada pada posisi yang lemah," ujarnya.
Ketidakpastian politik ini juga berdampak pada sektor ekonomi. Bank Sentral Thailand memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya sebesar 2,3%, angka yang relatif rendah di kawasan Asia Tenggara.
Kondisi ini memperkuat tekanan publik terhadap kebutuhan reformasi politik dan stabilitas pemerintahan jangka panjang.
JAKARTA Tim Rukyat Hilal Kementerian Agama (Kemenag) mengonfirmasi bahwa 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan jat
NASIONAL
JAKARTA Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Mabes Polri mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban (Kamt
NASIONAL
MEDAN Menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1447 H, umat Islam di seluruh dunia tengah mempersiapkan diri untuk merayakan hari raya terbe
AGAMA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan seluruh penyelenggara negara dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menolak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026) sore.
NASIONAL
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hari ini menerima kunjungan Presiden ke5 RI yang juga Ketua Umum PDIP, Megawati
NASIONAL
LANGKAT Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Ketua DPD II Partai Kebangkitan Nasional (PKN) Kabupaten Langkat, Abd Rasyid
NASIONAL
BANDA ACEH Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Marlina Muza
PEMERINTAHAN
JAKARTA Dalam hitungan jam, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Ray
AGAMA
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, J
NASIONAL