Hal tersebut disampaikan dalam sesi retret KTTASEAN yang berlangsung tertutup. Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa Prabowo menilai persoalan perbatasan merupakan tantangan yang juga dihadapi banyak negara di kawasan, namun tetap bisa diselesaikan secara konstruktif.
"Hal ini seperti juga yang kita lakukan. Kita cari jalan dan solusi bersama terkait permasalahan di perbatasan dengan dialog, negosiasi, dan bekerja sama," kata Sugiono kepada awak media di sela KTT ASEAN, Sabtu (9/5/2026).
Prabowo juga disebut mengajak kedua negara untuk tetap menjaga kerja sama di tengah proses hukum internasional yang sedang berjalan terkait sengketa wilayah.
"Itulah yang kemudian disampaikan Presiden Prabowo. Daripada mempertajam perbedaan, biarlah urusan legal itu terus berjalan, namun kita tetap mencari hal-hal positif yang bisa dikerjasamakan," lanjutnya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan, termasuk dalam menyikapi dinamika di Myanmar.
Dalam forum tersebut, Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi konstruktif antarnegara ASEAN agar kawasan tetap menjadi wilayah yang damai, stabil, dan produktif di tengah ketidakpastian global.
Sengketa perbatasan Thailand dan Kamboja sendiri telah berlangsung lama, terutama di kawasan Kuil Preah Vihear dan beberapa titik lain yang masih diperdebatkan secara hukum internasional.*
(oz/dh)
Editor
: Nurul
Prabowo Dorong Thailand dan Kamboja Selesaikan Sengketa Perbatasan Lewat Dialog Damai di Forum KTT ASEAN