DEMAK — Ratusan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden ini membuat fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, dipasangi garis polisi dan dihentikan operasionalnya untuk sementara.
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, mengatakan pihaknya menerima sejumlah pasien dengan gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan dari program tersebut.
"Beberapa pasien dirawat di puskesmas, namun setelah stabil diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan," kata Arief, Senin, 20 April 2026.
Sebagian korban lainnya dirujuk ke sejumlah rumah sakit, antara lain RS PKU Muhammadiyah Gubug, RS Getas Pendowo, dan RS Sultan Fatah Karangawen untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah korban diduga mencapai 187 orang.
Mereka berasal dari dua pondok pesantren, yakni Ponpes Bustanul Quran dan Ponpes Asnawiyah, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Arief merinci, sebagian besar korban hanya mengalami gejala ringan dan menjalani perawatan jalan, sementara puluhan lainnya harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.
Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan SPPG yang menjadi pemasok menu MBG telah disegel aparat kepolisian.
Penghentian operasional dilakukan sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab dugaan keracunan.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan serta pengujian sampel makanan untuk memastikan sumber masalah.
Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap distribusi makanan dalam program MBG guna mencegah kejadian serupa terulang.*
(d/ad)
Editor
: Adam
Ratusan Santri Diduga Keracunan Menu MBG di Demak, Dapur SPPG Disegel Polisi