Enam Tahun Buron! Harun Masiku Belum Juga Ditemukan, KPK Buka Suara
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa upaya pencarian terhadap buronan kasus dugaan suap Harun Masiku masih terus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Kabar perombakan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali menguat.
Sejumlah nama disebut akan dilantik sebagai pejabat negara setingkat menteri pada Senin sore di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Salah satu nama yang mencuat adalah Jumhur Hidayat, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).Baca Juga:
Informasi tersebut disampaikan Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, yang mengaku telah mengetahui rencana itu sejak pekan lalu.
"Betul. Saya sudah tahu sejak minggu lalu," kata Andi Gani, Senin pagi.
Ia menyebut pelantikan kemungkinan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurut Andi Gani, masuknya Jumhur ke dalam kabinet menjadi momentum penting bagi representasi gerakan buruh di lingkar kekuasaan.
Meski demikian, ia mengingatkan agar Jumhur tetap menjaga integritas dan idealisme perjuangan pekerja.
Sejumlah posisi disebut-sebut akan diisi Jumhur, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perhubungan, hingga Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Jumhur belum memberikan pernyataan resmi.
Jejak Aktivisme dan Karier
Jumhur Hidayat, yang memiliki nama lengkap Mohammad Jumhur Hidayat, lahir di Bandung pada 13 Februari 1968.
Ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa sejak menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung.
Pada akhir 1980-an, ia aktif memimpin demonstrasi menentang kebijakan pemerintah Orde Baru.
Keterlibatannya dalam gerakan pro-demokrasi membuatnya sempat dipenjara selama tiga tahun pada 1989.
Ia juga tercatat ikut dalam solidaritas internasional terhadap aksi mahasiswa dalam peristiwa Tragedi Tiananmen di Beijing.
Setelah bebas pada 1992, Jumhur melanjutkan studi di Universitas Nasional dan meraih gelar magister sosiologi dari Universitas Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Jumhur aktif di berbagai lembaga swadaya masyarakat dan organisasi buruh.
Ia kemudian menduduki posisi strategis sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia pada 2007.
Sebagai tokoh buruh, ia juga dikenal vokal menolak kebijakan Omnibus Law Cipta Kerja pada 2020, yang kembali membawanya berurusan dengan hukum.
Sejak 2022, Jumhur menjabat sebagai Ketua Umum KSPSI setelah terpilih secara aklamasi dalam kongres organisasi tersebut.
Dengan latar belakang aktivisme yang panjang, masuknya Jumhur ke dalam kabinet dinilai akan menjadi ujian baru: dari jalanan menuju ruang kebijakan.*
(tm/ad)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa upaya pencarian terhadap buronan kasus dugaan suap Harun Masiku masih terus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan proses ekstradisi tersangka kasus korupsi eKTP, Paulus Tannos, masih terus berjal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan hasil kajian terkait tata kelola program prioritas pemerintah Makan Bergizi
HUKUM DAN KRIMINAL
BEKASI Seorang sopir mobil operasional berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Wawan Supandi (56), ditangkap polisi setelah me
HUKUM DAN KRIMINAL
CIBINONG Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo, dikabarkan tengah mengikuti program pendidikan m
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap seorang kurir narkoba berinisial SA (36) yang kedapatan membawa 10 kilogram sabu d
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat toleransi dan semangat k
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemulihan infrastruktur di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologiAceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Baratterus menun
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat program peningkatan status Puskesmas menjadi fasilitas rawat inap d
KESEHATAN
TAPTENG Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menata kembali ekosistem wila
PEMERINTAHAN