BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Politikus Gerindra Soroti Film Pesta Babi: Kritik Sah, Tapi Jangan Jadi Propaganda

Adelia Syafitri - Kamis, 14 Mei 2026 16:26 WIB
Politikus Gerindra Soroti Film Pesta Babi: Kritik Sah, Tapi Jangan Jadi Propaganda
film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menurut dia, pola tersebut perlu dicermati karena dapat membentuk persepsi kolektif secara perlahan.

"Papua membutuhkan jalan keluar, bukan sekadar kemarahan," ujar Azis.

Ia menilai persoalan utama pembangunan Papua selama ini bukan semata pembangunan yang terlalu masif, melainkan kurangnya keterhubungan pemerintah dengan masyarakat lokal.

"Papua tidak boleh diperlakukan hanya sebagai hamparan sumber daya nasional, tetapi harus dilihat sebagai ruang hidup manusia dengan sejarah dan identitas budaya," katanya.

Sebelumnya, pelarangan pemutaran film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Universitas Mataram dan Universitas Islam Negeri Mataram.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan DPR akan menindaklanjuti polemik tersebut dengan meminta penjelasan dari pihak terkait.

"Memang judul dan isi film tersebut sensitif. Kami akan tindak lanjuti di DPR," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Pelarangan pemutaran film karya Dandhy Dwi Laksono itu menjadi sorotan publik karena dinilai menyangkut kebebasan berekspresi dan ruang diskusi di kampus.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Eks Menteri Ginandjar Ungkap Alasan Soeharto Lengser: Tak Bisa Melawan Arus Sejarah
Dari Den Haag, Maruli Siahaan Soroti Perlindungan WNI di Belanda, Dorong Imigrasi Lebih Humanis dan Digital
DPR Tegaskan Putusan MK soal Status Jakarta Tak Hentikan Pembangunan IKN Nusantara
Maruli Siahaan Tinjau Lapas Tanjung Gusta, Soroti Over Kapasitas hingga Kesiapan Program MBG
Kunjungi Lapas Kelas I Medan, Maruli Siahaan Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Aturan Pemerintah
Program MBG Dinilai Terlalu Dipaksakan, DPR Ungkap Ribuan Dapur Belum Siap Operasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru