Huawei Rilis Watch Fit 5 dan Fit 5 Pro di Indonesia, Ini Perbedaan Fitur dan Harganya
JAKARTA Huawei resmi meluncurkan dua jam tangan pintar terbaru di Indonesia, yakni Huawei Watch Fit 5 dan Watch Fit 5 Pro, pada Selasa,
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA – Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menyoroti polemik pelarangan pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di sejumlah daerah.
Menurut Azis, kritik terhadap pembangunan di Papua merupakan hal yang sah dalam sistem demokrasi.
Namun, ia menilai kritik tetap harus disertai tanggung jawab etik agar tidak berkembang menjadi penggiringan opini publik.Baca Juga:
"Kita harus jujur mengatakan, kritik terhadap pembangunan Papua adalah sesuatu yang sah. Demokrasi memang memerlukan suara-suara yang mengingatkan negara agar tidak kehilangan nurani," kata Azis dalam keterangannya, Kamis, 14 Mei 2026.
Meski demikian, Azis mengingatkan bahwa kritik yang terus menerus disampaikan tanpa keberimbangan berpotensi membentuk persepsi sepihak di masyarakat.
"Penggiringan persepsi yang terus dipelihara dapat berubah menjadi propaganda sosial yang memperlebar ketidakpercayaan masyarakat terhadap negaranya sendiri," ujarnya.
Azis menilai film dokumenter tersebut lahir dari ruang advokasi sosial yang memang memiliki sudut pandang moral dan politik tertentu.
Menurut dia, film itu bukan karya jurnalistik netral yang menjaga jarak terhadap seluruh pihak, melainkan karya yang secara terbuka memilih perspektif tertentu terkait pembangunan di Papua Selatan.
Ia menilai film tersebut membangun narasi emosional kuat mengenai hilangnya hutan, perubahan tanah adat, hingga masyarakat yang merasa tersingkir akibat pembangunan.
Namun, Azis menegaskan realitas di Papua jauh lebih kompleks dibanding narasi hitam-putih yang menempatkan negara semata sebagai pihak yang merampas hak masyarakat adat.
"Papua bukan ruang hitam putih. Ada masyarakat adat yang kritis terhadap pembangunan, tapi ada juga masyarakat Papua yang berharap anak-anak mereka keluar dari kemiskinan," katanya.
Azis juga menyoroti pola distribusi film yang lebih banyak diputar melalui jaringan komunitas, forum aktivisme, kampus, hingga diskusi terbatas dibanding jalur komersial umum.
Menurut dia, pola tersebut perlu dicermati karena dapat membentuk persepsi kolektif secara perlahan.
"Papua membutuhkan jalan keluar, bukan sekadar kemarahan," ujar Azis.
Ia menilai persoalan utama pembangunan Papua selama ini bukan semata pembangunan yang terlalu masif, melainkan kurangnya keterhubungan pemerintah dengan masyarakat lokal.
"Papua tidak boleh diperlakukan hanya sebagai hamparan sumber daya nasional, tetapi harus dilihat sebagai ruang hidup manusia dengan sejarah dan identitas budaya," katanya.
Sebelumnya, pelarangan pemutaran film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Universitas Mataram dan Universitas Islam Negeri Mataram.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan DPR akan menindaklanjuti polemik tersebut dengan meminta penjelasan dari pihak terkait.
"Memang judul dan isi film tersebut sensitif. Kami akan tindak lanjuti di DPR," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Pelarangan pemutaran film karya Dandhy Dwi Laksono itu menjadi sorotan publik karena dinilai menyangkut kebebasan berekspresi dan ruang diskusi di kampus.*
(km/ad)
JAKARTA Huawei resmi meluncurkan dua jam tangan pintar terbaru di Indonesia, yakni Huawei Watch Fit 5 dan Watch Fit 5 Pro, pada Selasa,
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menegaskan bahwa penilaian mengenai kondisi kesehatan Presiden ke7 R
POLITIK
LABURA Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek jaringan peredaran narkotika di Lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuh
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara kembali menutup enam titik perlintasan liar di sejumlah daerah
NASIONAL
DELI SERDANG Aksi seorang guru ngaji bernama Halimah Tusadiyah (HT) yang membongkar dugaan lokasi transaksi narkoba di dekat Rumah Tahfi
HUKUM DAN KRIMINAL
BEIJING Gedung Putih menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap
INTERNASIONAL
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengkritik jalannya persidangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Y
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak pernah meng
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum menuntut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dengan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran dana miliaran rupiah kepada pegawai dan pejabat di Kementerian Keten
HUKUM DAN KRIMINAL