Miris! Gadis 15 Tahun Jadi Korban Cabul Ayah Kandung , Terungkap Usai Berani Cerita ke Warga
BATU BARA, 16 Juli 2026 Kisah yang sangat menyayat hati sekaligus memicu kemarahan warga terungkap pada dini hari, Kamis (16/7/2026). Se
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mengusulkan pembentukan lembaga resmi yang secara khusus menangani pelaksanaan badal haji guna mencegah maraknya praktik ilegal dan penawaran jasa tidak resmi yang berpotensi merugikan masyarakat.
Ketua Timwas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan lembaga tersebut diharapkan berada di bawah Direktorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar seluruh proses badal haji dapat diawasi secara jelas dan terukur.
"Saya mengharapkan kementerian membuat suatu kelembagaan resmi untuk badal haji sehingga betul-betul jelas siapa yang membadalkan, siapa yang menerima badalnya, dan pelaksanaannya terkontrol secara penuh," kata Cucun di Jakarta, Senin (1/6/2026).Baca Juga:
Menurutnya, pembentukan lembaga resmi menjadi semakin penting apabila pemerintah ke depan menerapkan persyaratan kesehatan yang lebih ketat bagi calon jemaah haji. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan jumlah calon jemaah yang tidak dapat berangkat dan harus menjalankan ibadah melalui mekanisme badal haji.
Cucun menilai tanpa sistem yang terstruktur dan pengawasan yang jelas, berbagai persoalan terkait pelaksanaan badal haji berpotensi terus berulang.
"Ketika badal haji ini tidak dilembagakan, justru akan terus terjadi problematika," ujarnya.
Selain menyoroti badal haji, Timwas DPR juga memberikan perhatian terhadap mekanisme pembayaran dam yang kini semakin diperketat oleh pemerintah Arab Saudi. Saat ini pembayaran dam diwajibkan melalui perusahaan resmi milik negara Arab Saudi, yakni Adahi.
Bahkan, terdapat wacana bahwa bukti pembayaran dam melalui Adahi akan menjadi salah satu syarat penerbitan visa bagi jemaah haji Indonesia pada masa mendatang.
Menyikapi aturan tersebut, Cucun mengakui muncul perdebatan mengenai usulan pemotongan hewan dam yang dilakukan di Indonesia. Untuk mencari solusi terbaik, DPR berencana mempertemukan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta para ulama dan ahli fikih.
Menurutnya, pembahasan tersebut penting agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif dan operasional, tetapi juga tetap sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
"Jangan sampai karena keinginan memperbaiki tata aturan operasional, kita justru meninggalkan sisi keabsahan fikihnya. Ini demi kemaslahatan umat," tegas Cucun.
DPR berharap tata kelola haji, termasuk pelaksanaan badal haji dan pembayaran dam, dapat semakin transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian bagi seluruh jemaah Indonesia.*
(mt/dh)
BATU BARA, 16 Juli 2026 Kisah yang sangat menyayat hati sekaligus memicu kemarahan warga terungkap pada dini hari, Kamis (16/7/2026). Se
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) V, Bobby Adhityo Rizaldi, menjalani pemeriksaan selama lebih dari sembilan jam di Komisi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap nilai kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan pertambangan PT Asmin Koali
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyerahkan tiga tersangka bandar narkoba yang didug
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Politisi senior sekaligus deklarator Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) M Yusuf Tambunan mendorong adanya pergantian Ketua DPD
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu sekitar satu bulan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengkaji berbagai alternati
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap dugaan penyebab gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Roy Suryo meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membatalkan status tersangka dalam perkara dugaan manipulasi dokumen elektro
NASIONAL
JAKARTA Tim penyidik Polri mendatangi Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelang pelimpahan perkara dugaan korupsi yang menjerat Don Ri
HUKUM DAN KRIMINAL