BREAKING NEWS
Kamis, 09 Juli 2026

Program MBG Prabowo Jadi Sorotan Media Asing, Dugaan Korupsi hingga Efektivitas Program Dipertanyakan

Nurul - Kamis, 09 Juli 2026 10:05 WIB
Program MBG Prabowo Jadi Sorotan Media Asing, Dugaan Korupsi hingga Efektivitas Program Dipertanyakan
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, pada Selasa, 2 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Besarnya Anggaran Dinilai Berisiko

Program MBG menjadi salah satu program sosial dengan anggaran terbesar di Indonesia.

Pada tahun pertama pelaksanaan, pemerintah mengalokasikan sekitar 2,8 miliar dolar Amerika Serikat.

Sementara pada tahun 2026, anggaran semula direncanakan mencapai 18,4 miliar dolar Amerika Serikat sebelum akhirnya dikurangi menjadi sekitar 14,7 miliar dolar Amerika Serikat.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny Sasmita, menilai besarnya anggaran yang dikelola dalam waktu singkat berpotensi membuka peluang penyimpangan apabila pengawasan tidak dilakukan secara maksimal.

Menurutnya, semakin panjang rantai distribusi dan pengadaan barang, semakin besar pula potensi terjadinya kebocoran anggaran.

Distribusi Program Dinilai Belum Tepat Sasaran

Selain persoalan dugaan korupsi, pelaksanaan MBG juga mendapat kritik terkait pemerataan distribusi.

Al Jazeera melaporkan lebih dari 18 ribu dapur MBG berada di Pulau Jawa yang secara umum memiliki tingkat kesejahteraan lebih baik dibanding sejumlah wilayah lain.

Sebaliknya, Papua yang masih memiliki angka stunting cukup tinggi hanya memiliki sekitar 270 dapur, jumlah yang hampir setara dengan Bali yang memiliki tingkat stunting jauh lebih rendah.

Kondisi tersebut memunculkan kritik mengenai prioritas penempatan fasilitas program.

Penerima Manfaat Ikut Dipersoalkan

Sejumlah kalangan menilai sasaran penerima manfaat program belum sepenuhnya tepat.

Anggota Indonesian Mothers Alliance, Annette Mau, mempertanyakan penggunaan anggaran negara yang dinilai belum difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar mengalami kerawanan pangan.

Menurutnya, program akan lebih efektif apabila diarahkan kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi serta kelompok rentan lainnya.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polisi Bongkar 12 Lokasi Kasus Korupsi Batu Bara-Asabri, Emas hingga Uang Asing Disita
Eks Penyidik KPK Desak Polisi Tangkap Dalang Korupsi Batu Bara Pemicu Blackout
Brankas Dibuka, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Uang Rp476 Miliar dari Rumah di Bogor
Isu Kafe de'Clan Milik Jampidsus Febrie Adriansyah Mencuat, Polda Metro Angkat Bicara
Breaking News! Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat TNI
Polisi Sita Rp67,2 Miliar dari de'Clan Signature dan Koin Money Changer, Diduga Terkait Korupsi dan TPPU
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru