Marak Hoaks Program MBG, BGN: Tidak Sesuai Fakta di Lapangan
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti masih maraknya penyebaran informasi tidak benar atau hoaks di ruang digital terkait pelaksan
NASIONAL
TANGERANG SELATAN– Proses penyelidikan atas tragedi memilukan yang menimpa satu keluarga di Kampung Poncol, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, terus berlangsung dengan penuh kehati-hatian. Hingga saat ini, penyebab tewasnya suami istri, AF (31), YL (28), dan anak mereka, AA (3), masih belum terungkap.
Jasad ketiganya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumah mereka pada Kamis (26/12/2024) lalu, dengan posisi tubuh yang berbeda-beda. Polisi setempat menyatakan, mereka masih menunggu hasil dari laboratorium forensik (labfor) untuk mengungkap misteri di balik kematian tragis ini.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Kemas Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan barang bukti untuk pemeriksaan labfor dan berharap segera mendapat hasil yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut. “Belum ada, masih menunggu hasil labfor. Mudah-mudahan segera ada informasi,” ujar Kemas, pada Jumat (27/12/2024).
Meski proses penyelidikan berjalan lancar, Kemas menjelaskan bahwa hasil dari labfor memerlukan waktu yang cukup lama karena antrian kasus yang ditangani oleh pihak laboratorium forensik. “Proses ini tidak terhambat, hanya saja kami menunggu hasil yang memang butuh waktu. Barang bukti dari kami tidak sendiri, tetapi ada juga dari penyidik lainnya,” jelasnya. Sementara itu, polisi juga melibatkan analisis digital forensik terhadap ponsel milik korban untuk mencari petunjuk tambahan yang dapat mengungkap penyebab kematian mereka. “Barang bukti handphone juga sedang dianalisis. Kami akan segera memberikan informasi begitu hasilnya keluar,” tuturnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, AF ditemukan tewas tergantung di plafon dapur, sementara YL dan AA terbaring tak bernyawa di kamar tidur. Ketiganya sudah dimakamkan; YL dan AA dimakamkan dalam satu liang lahat di Tanah Wakaf Poncol, sementara AF dimakamkan di Bungur, Gandaria.
Proses penyelidikan yang terus berjalan diharapkan dapat memberikan kejelasan dan jawaban atas duka mendalam yang menyelimuti keluarga tersebut. Polisi terus menggali keterangan dari saksi-saksi yang mungkin memiliki informasi penting terkait tragedi ini. Selain itu, garis polisi telah dipasang di sekitar rumah korban untuk menjaga area tetap steril selama proses penyelidikan berlangsung. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan kejadian tragis ini segera terungkap dan dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban.
(CHRISTIE)
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti masih maraknya penyebaran informasi tidak benar atau hoaks di ruang digital terkait pelaksan
NASIONAL
Oleh Krisna.SUDAH terlalu lama pemekaran daerah dijual sebagai janji kesejahteraan. Narasinya indah, mudah dipercaya, dan terus diulang sej
OPINI
SAMARINDA Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, memilih tidak menemui ribuan massa yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur
PERISTIWA
JAKARTA Dewan Pers menyerahkan dokumen masukan terkait perlindungan karya jurnalistik dalam revisi Rancangan UndangUndang Hak Cipta kep
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan sejumlah jenderal purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam seb
NASIONAL
SEMARANG Mantan anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin, yang menjadi terpidana kasus penembakan pelaj
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka serius di bagian kaki dan wajah setelah serangan udara yang
INTERNASIONAL
SURABAYA Seluruh siswa kelas 10 SMA Labschool Unesa 1 mengikuti kuliah tamu bertema pasar modal yang digelar bekerja sama dengan Sucor S
PENDIDIKAN
JAKARTA Bareskrim Polri menetapkan Syekh Ahmad Al Misry (SAM) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAMBI Dua anggota Kepolisian Daerah Jambi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terlib
HUKUM DAN KRIMINAL