Kerusuhan Mei 1998: Dari Tragedi Trisakti hingga Runtuhnya Kekuasaan Soeharto
JAKARTA Kerusuhan Mei 1998 tercatat sebagai salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah politik Indonesia modern. Peristiwa yang ber
SENI DAN BUDAYA
Dari Soft Power ke Kepemimpinan Normatif
Kepemimpinan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM membuka peluang besar bagi penguatan peran global Indonesia. Pertama, memperkuat reputasi Indonesia sebagai norm entrepreneur.
Indonesia dapat mempromosikan paradigma HAM yang kontekstual, inklusif, dan relevan bagi negara-negara berkembang. Ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai jembatan antara nilai universal dan realitas sosial global.
Kedua, memperkuat posisi Indonesia di dunia Muslim. Dalam isu Gaza, Indonesia dapat meningkatkan kredibilitas diplomatiknya sebagai pembela kemanusiaan, sekaligus diferensiasi dari negara-negara Arab yang sering terpecah dalam isu Palestina.
Ketiga, menaikkan posisi Indonesia dalam percaturan Global South. Indonesia berpotensi menjadi pemimpin informal dalam isu pembangunan, HAM, dan solidaritas global. Hal ini konsisten dengan ambisi Indonesia pasca-G20 dan Keketuaan ASEAN 2023.
Keempat, membuka ruang bagi transformasi diplomasi HAM Indonesia. Dengan posisi presiden, Indonesia dituntut meningkatkan standar domestik sekaligus memperbaiki persepsi global mengenai isu-isu HAM dalam negeri.
Menjadi Presiden Dewan HAM PBB bukan hanya penghargaan diplomatik bagi Indonesia, tetapi juga tanggung jawab besar dalam menjaga kredibilitas lembaga HAM internasional di tengah meningkatnya konflik dan polarisasi global.
Indonesia berada pada posisi strategis untuk membentuk arah diskusi global mengenai HAM, memperkuat mekanisme multilateralisme, dan menunjukkan bahwa negara berkembang pun memiliki kapasitas untuk memimpin lembaga internasional yang sangat penting.
Keberhasilan Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan diplomatiknya dalam mengelola perpecahan antarnegara, menjaga objektivitas, mempromosikan pendekatan HAM yang berimbang, serta memainkan peran aktif dalam isu Gaza dan konflik kemanusiaan lainnya.
Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, kepemimpinan Indonesia menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa diplomasi yang independen, moderat, dan inklusif tetap relevan — bahkan sangat dibutuhkan.* (news.detik.com)
*) Penulis adalah Lulusan Magister Bidang Kajian Timur Tengah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; Fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kab. Lamongan Masa Juang 2025 - 2030; Founder Indonesian Coexistence.
JAKARTA Kerusuhan Mei 1998 tercatat sebagai salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah politik Indonesia modern. Peristiwa yang ber
SENI DAN BUDAYA
SAMARINDA Puluhan tokoh senior yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Kalimantan Timur (MPKT) berencana menemui Presiden RI Prabowo Subi
NASIONAL
SURABAYA Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, melangga
PERISTIWA
DENPASAR Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menekankan pentingny
PENDIDIKAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut Kota Medan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota metropolitan ber
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan komitmennya untuk memperkuat pemberantasan judi online (judol) di Kota Medan.
PEMERINTAHAN
MEDAN Empat terdakwa perkara dugaan pengalihan lahan PTPN II kepada PT Nusa Dua Propertindo (NDP) dituntut masingmasing 1 tahun 6 bulan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Terdakwa kasus dugaan korupsi penjualan aluminium alloy PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Dante Sinaga, menyatakan keberatan a
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengaku tidak sengaja bertemu dengan Pres
POLITIK
MEDAN Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi
HUKUM DAN KRIMINAL