Marak Hoaks Program MBG, BGN: Tidak Sesuai Fakta di Lapangan
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti masih maraknya penyebaran informasi tidak benar atau hoaks di ruang digital terkait pelaksan
NASIONAL
BITVONLINE.COM – Setiap malam, jutaan orang di seluruh dunia bergumul dengan masalah tidur. Dari kesulitan memejamkan mata hingga berlama-lama terjaga di malam hari, gangguan tidur telah menjadi masalah kesehatan yang meresahkan bagi banyak orang. Namun, seberapa serius dampak kurang tidur ini terhadap kesehatan?
Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, kurang tidur atau tidur terlalu lama bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami stroke. Studi tersebut melibatkan ribuan partisipan yang mengalami gangguan tidur dan menemukan bahwa semakin banyak masalah tidur yang dialami seseorang, semakin besar kemungkinan mereka mengalami serangan stroke.
Data menunjukkan bahwa individu yang tidur kurang dari lima jam per malam memiliki risiko tiga kali lipat lebih besar untuk mengalami stroke dibandingkan dengan mereka yang tidur selama tujuh jam. Sementara itu, risiko stroke meningkat dua kali lipat pada individu yang tidur lebih dari sembilan jam per malam.
Namun, apakah kurang tidur benar-benar menjadi penyebab langsung stroke? Menurut ahli bedah saraf di Pacific Neuroscience Institute, Dr. Adi Iyer, meskipun kurang tidur bisa menjadi faktor risiko, hal itu seringkali merupakan hasil dari pemicu stroke yang lebih umum, seperti kelebihan berat badan, usia lanjut, dan penggunaan alkohol.
Dr. Thomas Kilkenny, direktur Institute Sleep Medicine, menambahkan bahwa tidur cukup dan berkualitas dapat memberikan perlindungan terhadap jantung dan sistem kardiovaskular. Sebaliknya, gangguan tidur dapat memicu berbagai perubahan dalam tubuh yang berpotensi menyebabkan stroke.
Dengan memahami potensi bahaya kurang tidur terhadap kesehatan, penting bagi kita untuk memprioritaskan waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Selain itu, berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan, seperti sleep apnea atau insomnia.
(AS)
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti masih maraknya penyebaran informasi tidak benar atau hoaks di ruang digital terkait pelaksan
NASIONAL
Oleh Krisna.SUDAH terlalu lama pemekaran daerah dijual sebagai janji kesejahteraan. Narasinya indah, mudah dipercaya, dan terus diulang sej
OPINI
SAMARINDA Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, memilih tidak menemui ribuan massa yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur
PERISTIWA
JAKARTA Dewan Pers menyerahkan dokumen masukan terkait perlindungan karya jurnalistik dalam revisi Rancangan UndangUndang Hak Cipta kep
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan sejumlah jenderal purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam seb
NASIONAL
SEMARANG Mantan anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin, yang menjadi terpidana kasus penembakan pelaj
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka serius di bagian kaki dan wajah setelah serangan udara yang
INTERNASIONAL
SURABAYA Seluruh siswa kelas 10 SMA Labschool Unesa 1 mengikuti kuliah tamu bertema pasar modal yang digelar bekerja sama dengan Sucor S
PENDIDIKAN
JAKARTA Bareskrim Polri menetapkan Syekh Ahmad Al Misry (SAM) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAMBI Dua anggota Kepolisian Daerah Jambi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terlib
HUKUM DAN KRIMINAL