BREAKING NEWS
Sabtu, 16 Mei 2026

Jokowi Disebut Akan Keliling Indonesia, PDIP: Genderang Kompetisi Politik

Nurul - Jumat, 15 Mei 2026 21:35 WIB
Jokowi Disebut Akan Keliling Indonesia, PDIP: Genderang Kompetisi Politik
Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (foto: PSI/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo melakukan kunjungan keliling ke berbagai daerah dapat dipersepsikan sebagai bagian dari dinamika politik menjelang kontestasi elektoral.

Ia menyebut langkah tersebut tak lepas dari tafsir publik yang beragam.

"Banyak yang melihat ini sebagai genderang kompetisi," kata Hendrawan, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga:

Rencana Jokowi berkeliling Indonesia sebelumnya disampaikan sejumlah pihak, termasuk relawan Pro Jokowi (Projo), yang menyebut agenda tersebut akan dilakukan pada Juni 2026.

Selain Projo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga dikabarkan menyiapkan agenda serupa.

Hendrawan menilai, dalam politik, upaya mengasosiasikan diri dengan tokoh besar merupakan hal yang lazim.

Ia menyebut fenomena tersebut sebagai bagian dari strategi psikologis untuk membangun kepercayaan publik.

"Sejauh yang saya tahu, klaim mengklaim dalam politik itu hal yang biasa saja. Secara psikologis itu bisa menumbuhkan rasa percaya dan kesanggupan diri," ujarnya.

Menurut dia, Jokowi masih memiliki pengaruh politik di tengah masyarakat meski tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Namun, ia menilai konteks kunjungan kali ini akan berbeda apabila dikaitkan dengan agenda organisasi relawan atau partai politik tertentu.

"Keliling kali ini akan dipahami sebagai bagian konsolidasi partai, sebagai upaya persiapan berebut suara untuk partai," kata Hendrawan.

Ia menambahkan, aktivitas politik figur publik pasca-berakhirnya masa jabatan akan lebih mudah dipersepsikan sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan politik.

Hal ini, menurutnya, menjadi sinyal bahwa persaingan politik mulai menguat.

Lebih jauh, Hendrawan menilai pengaruh politik tokoh akan mengalami penyesuaian seiring waktu.

Selain faktor posisi, meningkatnya literasi politik masyarakat juga membuat publik lebih kritis dalam menyerap informasi.

"Selain faktor posisi dan jarak waktu yang menurunkan efek pengaruh, literasi politik masyarakat juga meningkat. Masyarakat biasanya dapat informasi lebih objektif saat seorang tokoh tidak lagi menjabat," ujarnya.

Sebelumnya, Projo menyatakan Jokowi dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah pada Juni 2026.

PSI juga disebut tengah menyiapkan agenda serupa dalam rangka konsolidasi politik.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gerindra Hanya Beri Sanksi Teguran untuk Anggota DPRD Jember yang Merokok dan Main Gim saat Rapat, Pengamat: Terlalu Ringan
Respons Polemik Sepatu Rp700 Ribu per Pasang, Gus Ipul Tegaskan Program Sekolah Rakyat Tak Boleh Tercoreng Korupsi
MK Tolak Gugatan Syarat S2 untuk Caleg, Ini Alasannya
Jaksa Ungkap Dugaan Skema Penyamaran Investasi Rp11 Triliun di Kasus Chromebook Nadiem
INISIATOR Dorong Pemeritah Tingkatan Kesejahteraan Jaksa
Rupiah Jebol Rp17.600! Ini Daftar Barang yang Berpotensi Naik Harga dalam Waktu Dekat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru