BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

Dari Sampah Jadi Listrik, Danantara Siapkan PT Denera Go Public dengan Investasi Jumbo

Dharma - Selasa, 12 Mei 2026 07:28 WIB
Dari Sampah Jadi Listrik, Danantara Siapkan PT Denera Go Public dengan Investasi Jumbo
Kantor Danantara berlogo Danantara Indonesia Sovereign Fund dengan lambang huruf D yang didalamnya terdapat gambar kepala burung berkelir merah putih. Danantara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/2/2025). (Foto: KOMPAS/YOHANA ARTHA
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), diproyeksikan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2028 mendatang.

Rencana initial public offering (IPO) tersebut diungkap Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir. Menurutnya, langkah membawa Denera menjadi perusahaan terbuka dilakukan seiring besarnya kebutuhan investasi proyek waste to energy (WtE) di Indonesia.

"Total investasi yang dibutuhkan bisa mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun. Setelah perusahaan memiliki cashflow yang stabil, target kami Denera bisa menjadi perusahaan Tbk," ujar Pandu di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).

Baca Juga:

PT Denera sendiri merupakan perusahaan baru yang dibentuk Danantara Investment Management (DIM) pada April 2026 untuk fokus mengelola proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Perusahaan tersebut nantinya akan menangani sedikitnya 33 proyek waste to energy yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.

Pandu menyebut Denera diproyeksikan menjadi salah satu perusahaan pengelola pembangkit listrik tenaga sampah terbesar di dunia. Pemerintah bersama Danantara juga akan menggandeng mitra asing dan lokal untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di Tanah Air.

"Kami ingin membantu menyelesaikan persoalan krisis sampah nasional sekaligus menghadirkan energi baru dari pengolahan sampah," katanya.

Sementara itu, Lead of Waste-to-Energy sekaligus Director of Investment Danantara Investment Management, Fadli Rahman menjelaskan, Denera akan bertindak sebagai pemegang saham dan operator proyek-proyek pengolahan sampah menjadi listrik.

Menurutnya, setiap proyek WtE nantinya akan dibentuk dalam skema konsorsium. Sebanyak 70 persen saham akan dimiliki investor, sedangkan 30 persen sisanya dipegang PT Denera.

Setiap proyek diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp2,5 hingga Rp2,8 triliun, tergantung kapasitas fasilitas pengolahan sampah yang dibangun.

Selain mengurangi volume sampah nasional, proyek tersebut juga diharapkan mampu mendukung transisi energi bersih dan memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.

(in/dh)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sidang Tuntutan Kasus Jual Beli Aset BUMN ke CitraLand di PN Medan Kembali Ditunda
Bobby Nasution Gaspol Proyek PSEL, Sampah Medan Raya Akan Diubah Jadi Listrik
IHSG Naik Tipis 0,18 Persen Sepekan, Investor Asing Catat Beli Bersih Rp11,42 Triliun
Medan Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik, Pemko Matangkan Proyek PSEL Batch 2
IHSG Ditutup Turun Tajam ke Level 6.969 di Tengah Tekanan Mayoritas Sektor Saham
Rosan Roeslani Tegaskan Arahan Prabowo: Pejabat BUMN Tak Sejalan Diminta Mundur
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru