Dukung Ekonomi Daerah, MBG Diwajibkan Gunakan Telur Produksi Lokal
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur prog
EKONOMI
JAKARTA – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak langsung pada sektor pelayaran global.
Pencabutan perlindungan asuransi risiko perang (war risk insurance) di kawasan Selat Hormuz dinilai berpotensi melumpuhkan distribusi energi dunia.
Pengamat maritim Soleman B. Ponto menyebut kondisi ini telah berkembang dari konflik regional menjadi ancaman serius bagi stabilitas pasokan energi global.Baca Juga:
Sejumlah perusahaan asuransi maritim internasional seperti Gard, Skuld, NorthStandard, London P&I Club, hingga American Club dilaporkan membatasi bahkan mencabut perlindungan bagi kapal yang melintas di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
"Tanpa asuransi, kapal secara hukum dan komersial dianggap tidak layak berlayar, meskipun secara teknis masih bisa beroperasi," ujar Soleman, Jumat (27/3/2026).
Ia mengungkapkan, sekitar 1.900 kapal komersial saat ini tertahan di kawasan tersebut sejak meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam sistem pelayaran global, asuransi Protection and Indemnity (P&I) menjadi syarat utama operasional kapal.
Tanpa perlindungan ini, kapal berisiko ditolak di pelabuhan, kehilangan pembiayaan, hingga tidak mendapatkan kepercayaan dari penyewa.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Statusnya sebagai kawasan berisiko tinggi (high risk area) membuat premi asuransi melonjak tajam atau bahkan dihentikan sepenuhnya.
Dampaknya, sejumlah operator kapal memilih menunda pelayaran atau mengalihkan rute distribusi. Kondisi ini memicu kenaikan biaya logistik global yang berimbas langsung pada harga energi dan inflasi dunia.
"Ketika biaya logistik naik, harga energi ikut terdorong. Ini yang kemudian memicu tekanan inflasi secara global," jelas Soleman.
Ia menambahkan, gangguan di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi mengguncang pasar keuangan global akibat ketidakpastian pasokan minyak.
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur prog
EKONOMI
BULELENG Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut kondisi geopolitik global saat ini semakin menekan kehidupan masyarakat dunia, termasuk Indo
EKONOMI
JAKARTA Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto merespons pemutaran film dokumenter Pesta Babi K
NASIONAL
JAKARTA Narapidana tetap memiliki hak untuk menempuh pendidikan tinggi, termasuk program magister (S2), selama menjalani masa pidana di
NASIONAL
JAKARTA Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo melakukan kunjungan keliling ke berba
POLITIK
KUPANG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya penguatan ekonomi berbasis rakyat dalam pembangunan nasion
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan pencabutan uji materi terhadap UndangUndang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 20
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Batu Bara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik melalui
PEMERINTAHAN
LAMPUNG Kasus kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menewaska
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah pengamat politik menilai sanksi teguran keras dari Partai Gerindra terhadap Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi be
POLITIK