Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
3. Pengguna Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat dapat mempengaruhi kelayakan donor darah. Contohnya, setelah mengonsumsi aspirin, pendonor harus menunggu minimal 3 hari.
Pengguna obat pengencer darah, antibiotik, atau kemoterapi juga umumnya tidak diperbolehkan donor, kecuali atas rekomendasi medis.
4. Orang yang Baru Menerima Vaksinasi
Setelah divaksin, pendonor harus menunggu beberapa hari, tergantung jenis vaksin.
Donor darah bisa dilakukan mulai hari ke-4 setelah vaksin pertama, dan hari ke-8 setelah dosis lanjutan, selama tidak muncul efek samping.
5. Penderita Kelainan Darah
Individu dengan gangguan darah seperti hemofilia, sickle cell trait, atau penyakit Von Willebrand dilarang donor darah karena berisiko bagi dirinya sendiri dan penerima darah.
6. Orang dengan Tekanan Darah Abnormal
Pendonor dengan tekanan darah tinggi di atas 180/100 mmHg atau rendah di bawah 90/50 mmHg tidak diizinkan donor hingga tekanan darahnya stabil.
7. Ibu Hamil dan Menyusui
Ibu hamil dan menyusui membutuhkan nutrisi tambahan untuk diri dan bayinya.
Karena itu, mereka tidak boleh donor darah, dan baru bisa mendonor minimal 6 minggu setelah melahirkan.
8. Penderita Penyakit Kronis
Beberapa kondisi medis yang secara permanen mengecualikan seseorang dari donor darah meliputi:
- Penyakit jantung dan paru-paru kronis
- Kanker
- Hepatitis B atau C
- HIV/AIDS
- Epilepsi atau riwayat kejang
- Kecanduan narkoba dan alkohol
- Diabetes mellitus yang tidak terkontrol
Jika seseorang memiliki riwayat penyakit serius, maka keputusan donor harus berdasarkan evaluasi dokter.
Menjadi pendonor darah adalah kontribusi nyata dalam menyelamatkan nyawa.
Namun, demi keamanan semua pihak, tidak semua orang bisa langsung mendonorkan darah.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.