BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

Tito Karnavian Soroti Lemahnya Kepemimpinan Kepala Daerah: Terpilih karena Popularitas, Bukan Kapabilitas

Nurul - Senin, 04 Mei 2026 14:07 WIB
Tito Karnavian Soroti Lemahnya Kepemimpinan Kepala Daerah: Terpilih karena Popularitas, Bukan Kapabilitas
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara deklarasi dan pengukuhan pengurus Perpukadesi periode 2026–2031 di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti kualitas kepemimpinan sejumlah kepala daerah yang dinilai masih lemah dalam aspek administrasi dan manajemen pemerintahan.

Ia menyebut, banyak kepala daerah terpilih lebih mengandalkan popularitas ketimbang kemampuan teknokratis dalam mengelola birokrasi.

Pernyataan itu disampaikan Tito dalam acara deklarasi dan pengukuhan pengurus Perpukadesi periode 2026–2031 di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026.

Baca Juga:

"Banyak kita temukan euforia setahun, tapi tidak paham (memimpin), akhirnya didikte oleh Sekda dan lain-lain," kata Tito dalam sambutannya.

Menurut dia, fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara proses elektoral dan kapasitas kepemimpinan.

Tidak sedikit kepala daerah, kata Tito, yang justru kehilangan kendali atas jalannya pemerintahan setelah dilantik.

Ia menilai, pemilihan kepala daerah saat ini masih sangat dipengaruhi faktor elektabilitas dan popularitas, bukan kapasitas birokrasi.

"Tidak semua kepala daerah yang terpilih itu mumpuni. Dia terpilih karena kemampuan kampanye atau popularitas, tapi begitu terpilih kapabilitasnya berat," ujarnya.

Tito juga menyoroti lemahnya pemahaman sebagian kepala daerah terhadap posisi strategis mereka sebagai Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ia menyebut banyak kepala daerah tidak menyadari bahwa instansi vertikal seperti TNI dan Polri menunggu arahan mereka dalam pengambilan kebijakan di daerah.

"Banyak kepala daerah tidak paham bahwa dia itu Ketua Forkopimda. Yang lain-lain itu nunggu kepala daerah," kata dia.

Selain persoalan kapasitas, Tito juga menyinggung fenomena keretakan hubungan antara kepala daerah dan wakilnya yang kerap terjadi tidak lama setelah dilantik.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Said Abdullah Kritik Pernyataan Amien Rais soal Prabowo–Teddy: Sampah Informasi Publik!
Prabowo Teken Perpres Baru, Tunjangan Hakim Ad Hoc Kini Tembus hingga Rp105 Juta per Bulan!
Forum Terbuka JKA, Mahasiswa dan OKP Desak Pemerintah Aceh Revisi Pergub agar Lebih Tepat Sasaran dan Pro-Masyarakat
Pemerintah Aceh Siapkan Layanan VVIP untuk Jemaah Haji 2026 di Bandara SIM
131 Calon Jemaah Haji Tanjungbalai Dilepas, Tangis Haru Iringi Keberangkatan Menuju Tanah Suci
Pimpin Apel Gabungan ASN, Bupati Batu Bara Tekankan Disiplin dan Integritas Pelayanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru