Tangkapan layar - Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). (Foto: ANTARA/YouTube/MPRGOID/Fath Putra Mulya)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA - Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat (Kalbar) terus mendapat sorotan. Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai pelaksanaan final lomba tersebut tidak mencerminkan semangat Empat Pilar MPR RI.
Empat Pilar MPR RI sendiri terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa.
Menurut Jamiluddin, adanya dugaan ketidakprofesionalan dalam penilaian juri hingga sikap pembawa acara membuat nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam kegiatan tersebut tercoreng.
"Sangat ironis bila sosialisasi LCCEmpat Pilar MPR RI itu yang salah satunya ingin menggelorakan demokrasi Pancasila justru tercoreng oleh perilaku juri yang otoriter," ujar Jamiluddin, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai cara penilaian yang dianggap tidak adil menunjukkan adanya penyimpangan dari prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung dalam kegiatan tersebut.
"Dengan semena-mena menilai jawaban peserta LCC mengindikasikan juri tersebut abai terhadap makna demokrasi Pancasila," tambahnya.
Jamiluddin juga menyoroti peran pembawa acara yang disebut tidak menjalankan prinsip keadilan selama jalannya lomba. Hal ini, menurutnya, semakin memperburuk citra kegiatan sosialisasi Empat Pilar tersebut.
"Jadi, juri menunjukkan watak otoriternya, sementara MC menonjolkan ketidakadilannya dalam melaksanakan fungsinya," katanya.
Sebelumnya, MPR RI memutuskan untuk mengulang final LCC Empat Pilar di Kalbar. Ketua MPR Ahmad Muzani mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan sebelumnya.
Sebagai langkah perbaikan, MPR akan menggunakan juri independen serta melakukan pengawasan langsung dalam pelaksanaan final ulang tersebut.*
(k/dh)
Editor
: Dharma
Final LCC Empat Pilar MPR Disorot, Pengamat Sebut Jauh dari Nilai Demokrasi Pancasila