BREAKING NEWS
Jumat, 24 April 2026

Bobby Nasution Soroti Minimnya Keterwakilan Perempuan di Sumut, Dorong Peran di Rumah dan Ruang Publik

Abyadi Siregar - Jumat, 24 April 2026 17:41 WIB
Bobby Nasution Soroti Minimnya Keterwakilan Perempuan di Sumut, Dorong Peran di Rumah dan Ruang Publik
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menghadiri peringatan Hari Kartini dalam seminar bertajuk “Saatnya Perempuan Bicara” yang digelar oleh Dinas PPPAKB Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (24/4/
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong perempuan untuk mampu menyeimbangkan peran di rumah tangga dan ruang publik. Ia menilai masih ada "jarak" yang membuat kedua peran tersebut belum berjalan selaras.

Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri peringatan Hari Kartini dalam seminar bertajuk "Saatnya Perempuan Bicara" yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPAKB) Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (24/4/2026).

Menurut Bobby, perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi di berbagai sektor, namun masih dihadapkan pada tantangan dalam membagi peran antara keluarga dan ruang publik.

Baca Juga:

"Kita butuh jembatan agar perempuan bisa menjalankan dua peran itu secara seimbang, tanpa harus memilih salah satu," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan dalam jabatan publik, khususnya pada posisi strategis pengambilan keputusan.

Ia mengungkapkan, masih terdapat daerah di Sumatera Utara yang belum memiliki keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.

"Masih ada kabupaten/kota yang tidak memiliki anggota dewan perempuan. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua," katanya.

Bobby menambahkan, dari total 15,7 juta penduduk Sumatera Utara, sekitar 7,8 juta di antaranya merupakan perempuan. Dari jumlah tersebut, 5,8 juta berada dalam usia produktif yang dinilai memiliki potensi besar sebagai generasi penerus kepemimpinan.

"Ini kekuatan besar. Kita harap ke depan semakin banyak perempuan yang tampil dan berperan, tidak hanya di daerah, tetapi juga di tingkat nasional," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengungkapkan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih cukup tinggi.

Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 35.131 kasus dengan total korban mencapai 37.372 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas korban merupakan perempuan.

"Angka ini memang meningkat, namun ini juga menunjukkan bahwa perempuan mulai berani melapor. Ini perkembangan positif, meski tetap harus menjadi perhatian serius," ujarnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemhan Tegaskan Selat Malaka Jalur Internasional, Kapal Perang AS Bebas Melintas
Mualem dan Gubernur Jateng Sepakat Bangun Sinergi Ekonomi, Target Transaksi Rp1,06 Triliun
Bobby Nasution Fokuskan Enam Basis Pembangunan Sumut, Kepulauan Nias Jadi Prioritas Utama di RKPD 2027
Menlu Tegaskan Kapal AS di Selat Malaka Hanya Patroli Rutin, Bukan Ancaman
Prabowo Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia, Respons Antusiasme Besar Gen Z
Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Prancis Lagi, Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Transfer Teknologi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru