BREAKING NEWS
Sabtu, 16 Mei 2026

Huntara Jadi Titik Awal Kebangkitan Penyintas Bencana di Aceh, Warga Mulai Bangkit Jalankan Usaha Kecil

Raman Krisna - Jumat, 08 Mei 2026 22:24 WIB
Huntara Jadi Titik Awal Kebangkitan Penyintas Bencana di Aceh, Warga Mulai Bangkit Jalankan Usaha Kecil
Salah satunya Reni (47), penyintas bencana hidrometeorologi, yang perlahan membangun kembali perekonomian keluarganya melalui usaha makanan kecil di lingkungan huntara. (Foto: Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PIDIE JAYA – Hunian sementara (huntara) yang dibangun Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menjadi titik awal kebangkitan bagi para penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh. Tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, huntara juga menjadi ruang untuk memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti.

Di kawasan huntara yang berlokasi di sekitar Kantor Bupati Pidie Jaya, aktivitas warga mulai kembali terlihat. Salah satunya dialami Reni (47), penyintas bencana yang perlahan bangkit dengan membuka usaha makanan kecil di lingkungan tersebut.

Rumah Reni sebelumnya rusak parah akibat banjir yang melanda wilayahnya. Ia bersama keluarga terpaksa mengungsi dan memulai hidup dari awal. Namun di tengah keterbatasan, ia memilih untuk tidak menyerah.

Baca Juga:

Setiap hari, Reni mengolah berbagai makanan ringan seperti risol, tahu goreng, timpan, hingga bakso goreng dari dapur sederhana di huntara. Usaha kecil itu menjadi penopang ekonomi keluarga sambil menunggu pemulihan tempat tinggal permanen.

"Alhamdulillah sekarang bisa jualan lagi. Hasilnya memang belum banyak, tapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari," kata Reni, Selasa (5/5/2026).

Dengan modal awal sekitar Rp200 ribu hasil pinjaman dan bantuan peralatan dapur dari Satgas PRR, usaha Reni perlahan mulai berkembang. Di depan huntara tempat tinggalnya, ia kini membuka warung kecil yang juga dibantu oleh kedua putrinya.

Bagi Reni, keberadaan huntara memberikan ruang aman untuk kembali menata hidup setelah kehilangan rumah akibat bencana.

Cerita serupa juga datang dari Siti Asyiah, warga Aceh Tamiang. Ia sebelumnya tinggal di tenda pengungsian selama lima bulan sebelum akhirnya menempati huntara yang lebih layak.

Siti mengaku kondisi tempat tinggal sementara tersebut membantu keluarganya kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.

"Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga huntara yang belum selesai bisa segera rampung dan huntap juga cepat dibangun," ujarnya.

Satgas PRR menyebut, pembangunan huntara tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga mendukung pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak bencana.*

(dh)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Salurkan Rp1,9 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera, Puluhan Ribu Siswa Terdampak
DPRK Aceh Tengah Apresiasi Percepatan Pembangunan Huntara di Kampung Kala Segi, 34 Warga Terdampak Mulai Tertangani
DPRK Aceh Tengah Tinjau Lokasi Bencana dan Serahkan Huntara, Tampung Aspirasi Warga di Desa Kelitu Sintep
Rp10,65 Triliun Digelontorkan ke Daerah, Rehabilitasi Pascabencana Sumatera Dikebut
Jembatan Gantung Lubuk Sidup Kembali Berfungsi, Pulihkan Akses dan Ekonomi Warga Aceh Tamiang
Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Capai 92 Persen dari Target Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru