Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ketiga, penguatan identitas dan budaya Aceh melalui sejarah, kebudayaan, bahasa, nilai sosial dan kearifan lokal.
Keempat, penguatan kompetensi global agar anak Aceh mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kelima, kemampuan menghadapi perubahan, termasuk perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, perubahan dunia kerja, perubahan iklim dan bencana.
"Jadi menurut saya, rumusnya adalah: Iman kuat, ilmu kuat, karakter kuat, kompetensi global kuat. Itulah yang seharusnya menjadi keunggulan pendidikan Aceh."
Ribuan Sekolah Terdampak Bencana
Persoalan pendidikan Aceh juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi sekolah yang terdampak bencana.
Iskandar menyebut data pemerintah pada Juni 2026 mencatat 3.120 sekolah terdampak bencana di Aceh.
Sebanyak 188 sekolah mengalami kerusakan berat dan 63 sekolah perlu direlokasi.
Menurut dia, angka tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan kerusakan bangunan.
"Bagi saya, angka tersebut bukan hanya angka kerusakan bangunan. Itu adalah persoalan pemenuhan hak konstitusional anak untuk memperoleh pendidikan."
Ia mendorong pembangunan kembali sekolah dilakukan dengan mempertimbangkan risiko bencana.
"sekolah yang lebih aman, lebih tangguh, lebih inklusif, dan lebih siap menghadapi bencana berikutnya. Jangan sampai kita membangun kembali sekolah yang sama persis di lokasi yang sama, kemudian ketika bencana datang lagi, kerusakannya terulang."
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.