BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Indonesia Masih Impor 2,47 Juta Ton Kedelai, Amran: Kalau Ini Beres, Kita Resmi Berdaulat Pangan

Abyadi Siregar - Kamis, 14 Mei 2026 15:26 WIB
Indonesia Masih Impor 2,47 Juta Ton Kedelai, Amran: Kalau Ini Beres, Kita Resmi Berdaulat Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (foto: a.amran_sulaiman/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia hanya tinggal menyelesaikan persoalan impor kedelai untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional secara penuh.

Menurut Amran, saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 2,47 juta ton kedelai, yang dinilai menjadi tantangan terakhir dalam upaya mencapai swasembada pangan.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat menghadiri Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL 2026 bertema Menuju Swasembada Nasional di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis, 14 Mei 2026.

Baca Juga:

"Yang kita impor ini 2,47 juta kedelai. Kalau ini selesai, di sinilah kedaulatan pangan Republik tercapai," kata Amran dalam sambutannya.

Amran mengklaim pemerintah telah berhasil mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras, cabai, bawang merah, jagung, daging ayam, hingga telur.

"Beras sudah swasembada, cabai swasembada, jagung, daging ayam kita ekspor, telur kita ekspor," ujarnya.

Menurut dia, indikator swasembada pangan ditentukan ketika produksi dalam negeri mampu memenuhi sedikitnya 90 persen kebutuhan nasional.

Amran juga menyoroti peningkatan produksi sektor pertanian nasional yang disebut mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun ini.

Ia menyebut produksi pangan meningkat sekitar 4 juta ton atau setara 13 persen, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik.

Capaian tersebut, kata dia, turut dipantau lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization dan United States Department of Agriculture.

Dalam pidatonya, Amran juga menanggapi kritik sejumlah pihak yang meragukan klaim swasembada pangan pemerintah.

Ia menilai kritik tersebut sering kali dilontarkan tanpa memahami data pertanian secara menyeluruh.

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
RI Akan Ekspor Pupuk ke Australia di Tengah Gejolak Global, Mentan Sebut Stok Nasional Surplus
Harga Pangan Hari Ini Masih Merangkak Naik, Cabai Rawit Hampir Sentuh Rp70 Ribu per Kg
Stok Beras Nasional Diproyeksi Tembus 5,5 Juta Ton Akhir Mei 2026, Mentan Amran Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah RI
Pengangguran di Sumatera Utara Mulai Turun, Program MBG Disebut Ikut Bantu Serap Tenaga Kerja
Prabowo Sentil Pengusaha: Sawit dan Batu Bara Diekspor, tapi Hasilnya Tidak Disimpan di Indonesia
Pemerintah Siapkan Subsidi Pangan Impor Jika Harga Tembus HET Imbas Rupiah Melemah ke Rp 17.500 per Dolar AS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru