BREAKING NEWS
Jumat, 15 Mei 2026

Cuma Rp10 Juta, MacBook Neo Disebut Bisa Bikin MacBook Pro Terancam

Johan - Jumat, 15 Mei 2026 20:21 WIB
Cuma Rp10 Juta, MacBook Neo Disebut Bisa Bikin MacBook Pro Terancam
MacBook Neo. (foto: Apple)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Apple kembali mengejutkan pasar perangkat komputasi dengan meluncurkan MacBook Neo, laptop Mac termurah yang dibanderol mulai 599 dolar AS atau sekitar Rp10,5 juta.

Meski masuk kategori entry-level, perangkat ini justru disebut mampu mengganggu dominasi MacBook Pro di segmen profesional ringan.

Dalam ulasan dua bulan pemakaian, reviewer teknologi Oliver Haslam menyebut MacBook Neo sebagai "laptop Mac untuk kebanyakan orang".

Baca Juga:

Ia bahkan mengakui sempat mempertimbangkan beralih dari MacBook Pro M4 Pro 16 inci miliknya karena performa Neo yang dinilai cukup mumpuni untuk kebutuhan harian.

Hal yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan chip A18 Pro, prosesor yang sebelumnya hanya digunakan pada lini iPhone.

Keputusan Apple memakai chip mobile untuk laptop sempat memunculkan keraguan, terutama terkait kemampuan menjalankan macOS secara optimal.

Namun dalam praktiknya, performa MacBook Neo justru melampaui ekspektasi.

Chip A18 Pro disebut mampu menangani multitasking, aktivitas browsing dengan banyak tab, hingga pengeditan gambar ringan tanpa kendala berarti.

Dalam pengujian benchmark, performa multi-core chip ini mendekati MacBook Air M1, sementara single-core-nya bahkan diklaim lebih cepat.

Dari sisi desain, MacBook Neo tetap membawa karakter premium Apple dengan bodi aluminium dan layar 13 inci Liquid Retina.

Bobotnya yang ringan membuatnya nyaman untuk mobilitas tinggi, dengan pilihan warna "Blush" yang menjadi daya tarik tersendiri.

Meski demikian, Apple melakukan sejumlah kompromi untuk menekan harga.

Laptop ini hanya memiliki dua port USB-C tanpa MagSafe, tidak dilengkapi Touch ID pada varian dasar 256GB, serta terbatas pada satu monitor eksternal.

Selain itu, layar MacBook Neo belum mendukung gamut warna P3 dan tidak memiliki fitur True Tone.

Kapasitas penyimpanan 256GB juga dinilai cepat penuh untuk pengguna dengan kebutuhan file besar, sementara kecepatan SSD disebut kurang optimal saat instalasi aplikasi berat.

Di sektor daya, Apple mengklaim baterai mampu bertahan hingga 11 jam penggunaan web dan 16 jam streaming video.

Namun dalam penggunaan nyata, hasilnya bervariasi tergantung aktivitas. Pengisian daya juga terbilang lambat, apalagi tanpa adaptor bawaan di beberapa pasar.

Meski memiliki sejumlah keterbatasan, MacBook Neo tetap dipandang sebagai perangkat dengan value tinggi di kelasnya.

Reviewer menilai laptop ini ideal untuk pelajar, pekerja kantoran, penulis, dan pengguna kasual yang membutuhkan perangkat ringan untuk aktivitas sehari-hari.

Namun untuk kebutuhan profesional berat seperti gaming, editing video intensif, atau penggunaan multi-monitor kompleks, MacBook Pro masih menjadi pilihan utama.

Dengan kombinasi harga murah, desain premium, dan performa yang mengejutkan, MacBook Neo disebut sebagai salah satu produk Apple paling "mengganggu" lini MacBook dalam beberapa tahun terakhir.*


(vo/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menuju Pendidikan Modern, Disdikpora Bali Perkuat Transformasi Berbasis Teknologi: Adaptif, Inovatif, dan Inklusif
Medan Diproyeksikan Jadi Kota Metropolitan Berbasis Teknologi, Rico Waas: Inovasi Bukan Lagi Pilihan
Sumut Luncurkan Corpu: ASN Dituntut Tak Hanya Kerja Administratif, Tapi Juga Lebih Adaptif dan Inovatif
RI dan Rusia Sepakati Agreed Minutes SKB ke-14, Perkuat Kerja Sama di Sektor Perdagangan hingga Energi
Rapimnas IV PJS Digelar di Jakarta, Fokus Konsolidasi Organisasi dan Target Verifikasi Dewan Pers
RI dan China Perkuat Kerja Sama Inovasi Industri di Forum BRICS, Fokus pada Teknologi dan Investasi Masa Depan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru