BREAKING NEWS
Sabtu, 16 Mei 2026

Hampir 40 Ribu Anak di Papua Selatan Tak Sekolah, Gubernur Apolo: Ancaman Serius bagi Masa Depan

Nurul - Kamis, 07 Mei 2026 11:58 WIB
Hampir 40 Ribu Anak di Papua Selatan Tak Sekolah, Gubernur Apolo: Ancaman Serius bagi Masa Depan
Siswa aktif dalam pembelajaran di SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Kanda, Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: UNICEF/Al Asad)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengungkapkan sebanyak 38.732 anak di wilayah Papua Selatan tercatat tidak mengenyam pendidikan formal.

Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dinilai mengancam masa depan generasi muda di wilayah paling timur Indonesia itu.

Apolo mengatakan angka anak tidak sekolah tersebut berasal dari data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca Juga:

"Berdasarkan data Pusdatin Kemendikdasmen, jumlah anak tidak sekolah di Papua Selatan mencapai 38.732 orang," kata Apolo Safanpo dalam keterangannya di Jayapura, Rabu, 6 Mei 2026.

Dari empat kabupaten di Papua Selatan, Kabupaten Asmat menjadi wilayah dengan jumlah anak tidak sekolah tertinggi, yakni sebanyak 14.623 orang.

Disusul Kabupaten Mappi sebanyak 12.445 orang, Kabupaten Merauke 7.511 orang, dan Kabupaten Boven Digoel sebanyak 4.153 orang.

Meski demikian, Apolo menegaskan data tersebut masih akan diverifikasi ulang untuk memastikan tingkat akurasinya sebelum pemerintah mengambil langkah lanjutan.

"Data awal sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kita melakukan validasi dan pemeriksaan ulang guna mengetahui pasti jumlah anak di Papua Selatan yang tidak sekolah," ujarnya.

Menurut Apolo, validasi diperlukan agar pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran dalam menangani persoalan pendidikan di Papua Selatan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.

Ia menilai tingginya angka anak putus sekolah dan anak yang belum pernah mengakses pendidikan menjadi persoalan mendesak yang tidak bisa diabaikan.

"Pendidikan sangat penting bagi kemajuan bangsa. Angka anak tidak sekolah yang hampir mencapai 40 ribu ini harus segera diatasi," katanya.

Apolo juga menekankan bahwa kondisi tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua Selatan apabila tidak segera ditangani secara sistematis.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ditjen PAS Sebut Sudah Ada 70 Dapur MBG di Lapas dan Rutan, Warga Binaan Ikut Dilibatkan
BGN Usulkan Pembangunan Dapur MBG di Perguruan Tinggi, BEM KM IPB Tolak Keras: Jangan Terlalu Memaksa, Rakyatmu Sudah Muak!
Bupati Fery Ajak PMII Jadi Mitra Strategis Pembangunan Labusel: Wadah Lahirnya Pemimpin Masa Depan
Bupati Fery Dorong Pemanfaatan Gas Bumi, Labusel Bidik Energi Bersih dan Ekonomi Berkelanjutan
Sudah Lama Menikah tapi Belum Punya Buku Nikah, Pemko Tanjungbalai Gelar Isbat Nikah Terpadu Gratis untuk Warga Kurang Mampu
Prabowo Minta Pengawasan Ketat Celah Korupsi MBG, DPR: Presiden Tak Main-Main
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru