BREAKING NEWS
Jumat, 24 April 2026

Jadilah Mukmin Kuat, Bukan Pendendam

T.Jamaluddin - Jumat, 24 April 2026 08:17 WIB
Jadilah Mukmin Kuat, Bukan Pendendam
Ustaz Sanjaya Abdullah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LANGSA Ustaz Sanjaya Abdullah mengingatkan pentingnya menjadi mukmin yang kuat secara iman, mental, dan akhlak, bukan pribadi yang rapuh apalagi mudah terseret emosi dan dendam.

Pesan tersebut disampaikan dalam pengajian rutin Jumat Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Kota Langsa, Jumat, 24 April 2026.

Dalam ceramahnya, Sanjaya menekankan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Baca Juga:

Ujian bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari tekanan ekonomi, persoalan keluarga, hingga ucapan orang lain yang menyakitkan.

"Islam tidak mengajarkan kita menjadi pribadi yang mudah tersinggung, mudah marah, atau berlarut dalam kekecewaan. Mukmin yang kuat adalah mereka yang mampu mengendalikan diri," ujar Sanjaya di hadapan jamaah.


Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah, meskipun keduanya memiliki kebaikan.

Kekuatan yang dimaksud, menurut dia, bukan sekadar fisik, tetapi kekuatan iman, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi ujian.

Sanjaya juga mengingatkan bahwa ukuran kekuatan dalam Islam bukanlah kemampuan fisik atau keberanian meluapkan amarah, melainkan kemampuan menahan emosi.

"Orang kuat bukan yang pandai bergulat, tapi yang mampu mengendalikan diri saat marah," katanya, mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Ia menyoroti fenomena sosial saat ini, di mana banyak orang mudah tersinggung dan cepat berprasangka buruk.

Menurutnya, sikap seperti itu dapat merusak hubungan sosial dan kesehatan batin.

"Sedikit dikritik langsung marah, sedikit berbeda pendapat langsung menjauh. Padahal belum tentu orang lain berniat buruk," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung kebiasaan sebagian orang yang menjauh dari ibadah hanya karena persoalan perasaan, seperti kecewa terhadap sesama jamaah atau tidak mendapat perhatian.

"Itu yang berbahaya. Jangan sampai ibadah kita tergantung suasana hati," kata dia.

Dalam ceramahnya, Sanjaya memaparkan lima langkah untuk menjadi mukmin yang kuat.

Pertama, mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah seperti salat, zikir, dan membaca Al-Qur'an.

Kedua, melatih kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Ketiga, mengendalikan emosi, terutama saat marah. Ia menyarankan agar seseorang menahan ucapan ketika emosi memuncak untuk menghindari penyesalan.

Keempat, fokus memperbaiki diri dan tidak sibuk memikirkan penilaian orang lain.

Kelima, membiasakan diri untuk memaafkan. Menurutnya, dendam justru lebih membebani orang yang menyimpannya dibanding orang yang dituju.

"Hati yang penuh dendam itu berat. Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan, tapi membebaskan diri dari beban," ujarnya.

Ia menutup ceramahnya dengan mengajak jamaah untuk tidak menghabiskan hidup dalam perasaan negatif seperti marah, kecewa, atau dendam.

"Kita hidup di dunia ini singkat. Jadilah mukmin yang kuat: tetap sabar saat diuji, tetap tenang saat dicela, dan tetap istiqamah dalam beribadah," kata Sanjaya.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mengapa Islam Melarang Duduk di Antara Tempat Panas dan Teduh Sekaligus? Ini Penjelasannya
Bobby Nasution Lepas 353 Jemaah Haji Kloter 2 Embarkasi Medan Asal Langkat, Titip Pesan Khusus
360 Jemaah Haji Kloter Pertama Sumut Berangkat, Sekda Sulaiman Minta Petugas Maksimalkan Pelayanan
Bolehkah Titip Doa ke Jemaah Haji? Ini Penjelasan Dalil dan Ulama
Sebelum ke Tanah Suci, Calon Jemaah Haji Wajib Tahu 6 Rukun Ini!
Jelang Keberangkatan Haji 2026, 247 Calon Jemaah Asahan Jalani Tes Kebugaran Fisik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru