BREAKING NEWS
Jumat, 15 Mei 2026

Grace Natalie Dilaporkan 40 Ormas ke Bareskrim terkait Video Ceramah Jusuf Kalla, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum

Nurul - Rabu, 06 Mei 2026 12:09 WIB
Grace Natalie Dilaporkan 40 Ormas ke Bareskrim terkait Video Ceramah Jusuf Kalla, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum
Grace Natalie Louisa, Wakil Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (foto: Dok. PSI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Nama Grace Natalie Louisa kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan oleh puluhan organisasi kemasyarakatan ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut berkaitan dengan polemik pernyataannya mengenai Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.

Laporan yang teregistrasi dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI itu diajukan oleh 40 ormas yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama.

Baca Juga:

Selain Grace, laporan juga mencantumkan nama akademisi Ade Armando dan pegiat media sosial Permadi Arya.

Perwakilan pelapor dari LBH Syarikat Islam, Gurun Arisastra, menyebut laporan tersebut berkaitan dengan polemik unggahan potongan video ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dinilai mengandung unsur penghasutan.

Para terlapor dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dugaan ujaran kebencian dan penghasutan di muka umum.

Hingga kini, perkara masih dalam tahap awal penanganan kepolisian.

Latar Belakang dan Karier

Grace Natalie lahir di Jakarta pada 4 Juli 1982. Ia mengenyam pendidikan di SMAK 3 BPK Penabur sebelum melanjutkan studi di Jurusan Akuntansi Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII).

Sebelum terjun ke dunia politik, Grace dikenal sebagai jurnalis televisi. Ia pernah menjadi penyiar program berita "Liputan 6" di SCTV, serta berkarier di ANTV dan TVOne.

Selama menjadi jurnalis, Grace terlibat dalam berbagai liputan besar, antara lain tragedi tsunami Aceh 2004, konflik Poso, hingga peristiwa terorisme di Temanggung pada 2009.

Ia juga pernah melakukan wawancara dengan sejumlah tokoh internasional seperti Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta dan CEO Forbes Steve Forbes.

Prestasinya di dunia jurnalistik antara lain meraih penghargaan Anchor of The Year 2008 serta Runner Up Jewel of the Station 2009.

Pada 2012, Grace meninggalkan dunia penyiaran dan beralih ke bidang riset sebagai CEO Saiful Mujani Research and Consulting.

Karier politiknya kemudian berkembang dengan bergabung dan menjadi Wakil Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia, sebelumnya adalah ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sikap PSI

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menegaskan bahwa pernyataan Grace Natalie merupakan sikap pribadi dan tidak mewakili posisi resmi partai.

"Pernyataan yang disampaikan adalah pernyataan pribadi," kata Ahmad Ali di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia juga memastikan partai tidak memberikan bantuan hukum dalam perkara tersebut. Menurutnya, persoalan yang dihadapi Grace tidak berkaitan dengan kebijakan maupun instruksi organisasi.

"Secara kelembagaan kami tidak memberikan bantuan hukum karena ini harus dipertanggungjawabkan secara pribadi," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Grace Natalie belum memberikan tanggapan resmi atas laporan yang dilayangkan terhadap dirinya.*


(tm/ad)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Belum Naik ke Penyidikan, Ini Penjelasan KPK
Eks Menhub Era Jokowi Disorot KPK, Dugaan Dana Proyek DJKA untuk Pilpres dan Pilgub Sumut Mencuat
Tak Hanya Polri, Prabowo Minta Reformasi Seluruh Lembaga Penegakan Hukum
Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri, Arah Kebijakan Disusun hingga 2029
KPK Kembangkan Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut, Bidik Proyek Lain di PUPR dan PJN
Wapres Gibran Dorong Trauma Healing Intensif untuk Korban Kasus Ponpes di Pati
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru