BREAKING NEWS
Senin, 17 Agustus 2026

Spirit Soekarno dalam Hikayat Politik Jokowi

- Selasa, 30 Juni 2026 10:33 WIB
Spirit Soekarno dalam Hikayat Politik Jokowi
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung di Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan, Kel. Sepang Jaya, Kec. Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Di era kepemimpinannya, Soekarno mempopulerkan gerakan turun ke bawah (baca; turba), yakni metode dan strategi politik yang mengharuskan para pemimpin, elit politik, dan organisasi untuk turun langsung ke akar rumput dengan menyapa rakyat, serta menyerap aspirasi.

Gaya berpolitik turba Soekarno ini sangat memengaruhi kultur politik nasional pada masa itu.

Setelah Soekarno turun, praktis gaya politik turba ini meredup kehilangan pewarisnya.

Praktik turba seakan bangkit dari kubur dan mengalami transformasi ketika Jokowi melenting ke kancah perpolitikan Solo, berlanjut ke level Provinsi DKI Jakarta, hingga jenjang presiden.

Istilah ini berubah menjadi blusukan dan menjadi ciri yang melekat erat pada Jokowi—bahkan tak luntur ketika banyak politisi menirunya.

Turba dan blusukan adalah dua sisi dari keping mata uang yang sama.

Keduanya berdiri pada akar filosofis yang nyaris identik—pemimpin harus turun menjemput bola, hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar bertitah dan memberikan komando sebagai rupa elitisme.

Jika Soekarno melambari turba dengan semangat Marhaenisme yang kental, Jokowi merajut blusukan dari akar budaya Jawa—sebuah kosmos tempat ia lahir, tumbuh, dan membentuk habitus diri.

Namun, terlepas dari perbedaan akar yang membentuk kedua gerakan tadi, baik Soekarno maupun Jokowi menampilkan wajah yang sama—sikap pro-Wong Cilik.

Jokowi membahasakan frasa Wong Cilik dengan fasih melalui laku sikap politik, bukan sekadar jargon-jargon di mimbar orasi, sebagaimana Soekarno yang gemar menyapa rakyat kecil secara langsung pada masa kepemimpinannya.

Betul Jokowi tidak mewarisi "darah biru" Soekarno. Tapi laku sikapnya tidak berlebihan jika disebut mewarisi api ideologi kerakyatan Soekarno—dan ini seharusnya menjadi kredit politik paling mahal di sebuah partai yang menjadikan pemikiran Soekarno sebagai kompas perjuangan politik.

Dari Hal Unik Hingga Legasi Hari Lahir Pancasila

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wapres Gibran Keliling Indonesia Timur, Istana: Presiden Prabowo Mengetahui Seluruh Agenda
Vonis Nadiem Makarim Dibacakan Hari Ini!
Rupiah Tertekan Lagi! Dibuka Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS
Komarudin Respons Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau: Bukan Banteng, Jadi Tak Masalah
Terungkap di Sidang, Eks Pj Bupati Langkat Disebut Beri Instruksi Pengadaan Smartboard Rp50 M
Program Strategis Prabowo Disorot, Pengawasan Ketat Diminta agar Bebas Korupsi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru