BREAKING NEWS
Senin, 17 Agustus 2026

Spirit Soekarno dalam Hikayat Politik Jokowi

- Selasa, 30 Juni 2026 10:33 WIB
Spirit Soekarno dalam Hikayat Politik Jokowi
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung di Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan, Kel. Sepang Jaya, Kec. Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Dalam diskursus di media, penyamaan Jokowi dan Soekarno menyentuh hal-hal yang unik bahkan surealis.

Publik menyoal kesamaan dalam hal bulan kelahiran—Juni, shio kerbau berunsur logam yang menaungi keduanya, hingga tanggal wafatnya Soekarno 21 Juni sebagai tanggal kelahiran Jokowi—kaum surealis Jawa menyebutnya sebagai resureksi spirit Soekarno dalam diri Jokowi.

Persamaan-persamaan tersebut boleh dibantah sebagai sekadar kebetulan saja yang diamplifikasi sebagai gula-gula di media.

Namun, dalam relasi intim PDI-P dan Jokowi sebelum datang prahara politik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden yang meretakkan bahkan membelah hubungan keduanya, persamaan-persamaan kecil tersebut menjelma menjadi bumbu politik paling sedap dan rona-rona kebahagiaan dalam hubungan antara Jokowi dengan partai banteng yang membesarkannya.

Publik patut curiga, Jokowi adalah pemuja Soekarno.

Penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keppres No. 24 Tahun 2016 tidak bisa dibaca secara sederhana sebagai momen peringatan historis saja.

Kewenangan Jokowi yang besar selaku kepala negara pada periode tersebut telah membersihkan nama Soekarno dan merekonsiliasi sejarah yang pincang oleh pertarungan kekuasaan yang sengit dan bertumpahan darah pada periode 1965-1966 melalui penetapan tersebut.

Jika kita mengulik kembali sejarah bangsa, pada 1964 Soekarno telah menginisiasi 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Namun, pergumulan kekuasaan yang melentingkan Soeharto sebagai presiden menggantikan Soekarno, telah melahirkan politik anti-Soekarno pada era Orde Baru.

Kesakralan 1 Juni digeser menjadi 1 Oktober oleh Soeharto dengan langgam Hari Kesaktian Pancasila—langkah politis Soeharto yang bukan saja mengukuhkan pengaruhnya dalam bersih-bersih PKI, tapi juga secara sangat asertif mendelegitimasi legasi Soekarno terhadap bangsa.

Hikayat Kekuasaan

Jokowi bukanlah trah biologis Soekarno, tentu. Tapi dari sisi cara pandang terhadap kekuasaan, keduanya memiliki arsiran kisah yang sama.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wapres Gibran Keliling Indonesia Timur, Istana: Presiden Prabowo Mengetahui Seluruh Agenda
Vonis Nadiem Makarim Dibacakan Hari Ini!
Rupiah Tertekan Lagi! Dibuka Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS
Komarudin Respons Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau: Bukan Banteng, Jadi Tak Masalah
Terungkap di Sidang, Eks Pj Bupati Langkat Disebut Beri Instruksi Pengadaan Smartboard Rp50 M
Program Strategis Prabowo Disorot, Pengawasan Ketat Diminta agar Bebas Korupsi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru