-Input, mencakup dukungan pendanaan riset. -Proses, termasuk infrastruktur dan dukungan administratif. -Output, berupa publikasi ilmiah, reputasi akademik, dan kontribusi riset lintas bidang.
Metode ini disusun untuk mengukur kemampuan kampus memecahkan persoalan global yang memerlukan kolaborasi pengetahuan dari berbagai disiplin.
Dalam skala dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT) kembali menduduki peringkat pertama untuk tahun kedua berturut-turut.
Di kawasan Asia, Nanyang Technological University (NTU) Singapura berada pada posisi kelima dunia.
Peringkat ini menunjukkan semakin kuatnya tren riset lintas disiplin sebagai kebutuhan global.
Kampus Indonesia yang mengalami peningkatan skor disebut sebagai cerminan meningkatnya kolaborasi penelitian dalam negeri.*