JAKARTA — Lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi Times Higher Education (THE) merilis daftar kampus dengan kinerja terbaik dalam riset interdisipliner melalui THE Interdisciplinary Science Rankings 2026.
Pada edisi terbaru ini, IPB University menempati posisi teratas di Indonesia, sekaligus bertengger di peringkat 42 dunia dengan skor 69,7.
Pemeringkatan tahun ini menghimpun 911 institusi dari 94 negara, disusun bekerja sama dengan Schmidt Science Fellows.
THE memperluas definisi "interdisipliner" dengan mencakup penelitian lintas sains hingga kolaborasi dengan rumpun ilmu sosial seperti ekonomi dan sejarah.
Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong kerja sama riset dalam menghadapi tantangan global yang menuntut pendekatan multidisiplin, termasuk perubahan iklim dan transformasi teknologi.
Di Indonesia, terdapat 41 perguruan tinggi—negeri maupun swasta—yang masuk dalam daftar.
Dua puluh di antaranya berada pada posisi teratas.
Setelah IPB, Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati posisi kedua nasional dengan skor 64,2 dan peringkat dunia 73, disusul Universitas Indonesia (UI) di peringkat ketiga nasiona
-IPB University — Skor 69,7 | Peringkat dunia 42 -Institut Teknologi Bandung (ITB) — 64,2 | 73 -Universitas Indonesia (UI) — 64 | 76 -Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) — 62,5 | 87 -Universitas Gadjah Mada (UGM) — 62,4 | 89 -Universitas Airlangga (Unair) — 57 | 134 -Universitas Padjadjaran (Unpad) — 57 | 134 -Universitas Diponegoro (Undip) — 55,5 | 144 -Universitas Brawijaya (UB) — 52,4 | 180 -Universitas Sebelas Maret (UNS) — 52,2 | 184
Di posisi selanjutnya tampil sejumlah kampus seperti Universitas Andalas, Binus University, hingga Universitas Hasanuddin, dengan rentang peringkat dunia 201 hingga 600.
Sementara Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya melengkapi daftar 20 besar dengan peringkat dunia 601–800.
THE menggunakan tiga indikator utama dalam penilaian riset interdisipliner:
-Input, mencakup dukungan pendanaan riset. -Proses, termasuk infrastruktur dan dukungan administratif. -Output, berupa publikasi ilmiah, reputasi akademik, dan kontribusi riset lintas bidang.
Metode ini disusun untuk mengukur kemampuan kampus memecahkan persoalan global yang memerlukan kolaborasi pengetahuan dari berbagai disiplin.
Dalam skala dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT) kembali menduduki peringkat pertama untuk tahun kedua berturut-turut.
Di kawasan Asia, Nanyang Technological University (NTU) Singapura berada pada posisi kelima dunia.
Peringkat ini menunjukkan semakin kuatnya tren riset lintas disiplin sebagai kebutuhan global.
Kampus Indonesia yang mengalami peningkatan skor disebut sebagai cerminan meningkatnya kolaborasi penelitian dalam negeri.*
(d/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
IPB Puncaki 20 Kampus Terbaik RI dalam Riset Interdisipliner Versi THE 2026