Jarak Pandang Anjlok 4 Km, Kabut Asap Pekat Kepung 19 Kabupaten/Kota di Sumut
MEDAN Sebanyak 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) terdampak kabut asap pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas
NASIONAL
Oleh:Johan Rosihan
SUATU hari, staf saya menerima telepon dari Kementerian Kehutanan. Bukan untuk mengabarkan pencairan anggaran, bukan pula untuk membahas teknis pelaksanaan.
Isi telepon itu sederhana, namun menyimpan ironi yang dalam: program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang telah saya perjuangkan untuk masyarakat di ujung timur Pulau Sumbawa-Kabupaten Bima-diminta untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih dekat dengan kota.Baca Juga:
Alasannya? Kebijakan efisiensi telah memangkas anggaran survei lokasi, sehingga petugas tidak bisa lagi menjangkau daerah yang jauh.
Saya terdiam sejenak mendengar cerita itu.
Bukan karena marah, melainkan karena betapa terangnya logika yang sedang bekerja di balik keputusan tersebut: program yang justru dirancang untuk masyarakat yang paling jauh dari akses, paling jauh dari perhatian, dan paling membutuhkan kehadiran negara-dikorbankan demi anggaran perjalanan yang dianggap tidak efisien.
Ironis? Ya. Menggelikan? Sedikit. Namun, di balik kelucuan itu tersimpan persoalan serius yang harus kita bicarakan dengan jujur.
Program Kebun Bibit Rakyat bukan program sembarangan. Ia adalah skema negara untuk membantu masyarakat sekitar hutan agar bisa berpartisipasi dalam rehabilitasi lahan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan penghijauan.
Masyarakat Bima-yang hidup di kawasan dengan tutupan lahan kritis dan kerentanan bencana banjir bandang yang tinggi-adalah persis sasaran yang dituju program ini.
Memindahkan KBR ke lokasi yang lebih dekat dengan kota bukan hanya mengubah titik koordinat di peta; ia mengubah siapa yang akan menerima manfaat dan siapa yang kembali ditinggalkan.
Kata "efisiensi" kini menjadi mantra baru dalam tata kelola pemerintahan Indonesia. Ia diucapkan berulang-ulang, dijadikan justifikasi pemangkasan anggaran, penyederhanaan birokrasi, hingga penghapusan program-program yang dianggap tidak produktif.
Dalam logika ekonomi pasar, efisiensi memang terdengar rasional-bahkan mulia. Namun, ketika efisiensi diterapkan secara seragam di atas tanah yang serba tidak seragam, ia bisa berubah wajah: dari kebijakan yang menyelamatkan menjadi kebijakan yang meminggirkan.
MEDAN Sebanyak 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) terdampak kabut asap pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas
NASIONAL
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan keabsahan ijazah Wakil Presiden Gib
POLITIK
HALMAHERA TENGAH Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia. Dia menyinggung pihakpihak yang sela
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti sosialisasi Pelayanan Clearance Pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara virtual, Kami
PEMERINTAHAN
MEDAN Aris Rinaldi Nasution kembali terpilih sebagai Ketua Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumatera Utara (Sumut) periode 20262029. Ini m
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengatakan tindak lanjut terkait gugatan s
POLITIK
JAKARTA Wicandres, saksi dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, menga
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi II DPR, Komarudin Watubun, menyampaikan pandangannya mengenai putusan Mahkamah
POLITIK
JAKARTA Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto membantah anggapan bahwa perombakan atau reshuffle kabinet
POLITIK
SOLO Presiden RI ke7 Joko Widodo atau Jokowi mengungkap isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo di Kertan
POLITIK